Gara-Gara Ini, Jurnalis dan Komentator Asing MotoGP Ogah Pulang, Betah hingga Ngaku Ingin Tinggal Saja di Indonesia

Terkini.id, Jakarta – Semarak gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, memang tak dimungkiri meninggalkan kesan tersendiri.

Tak hanya rakyat Indonesia, bahkan hal tersebut turut dirasakan oleh jurnalis hingga komentator asing MotoGP.

Bahkan, saking betahnya, mereka terkesan ogah pulang karena kecewa harus meninggalkan Tanah Air.

Ada pula yang mengaku ingin tinggal di Indonesia saja bersama keluarganya ketimbang harus pulang ke negara asal.

Lantas, apa yang menyebabkan mereka betah seperti itu?

Ternyata, itu karena keramahan dan kebaikan masyarakat Indonesia yang membuat mereka merasa sangat betah serta nyaman.

Adapun hal itu disampaikan mereka usai terlibat dalam gelaran MotoGP Mandalika 2022 baru-baru ini.

Ajang balap terbesar di dunia itu memang akhirnya kembali lagi ke Indonesia setelah 25 tahun.

Dengan segala ceritanya, ajang ini sukses dihelat di Sirkuit baru Mandalika pada 18-20 Maret 2022.

Event akbar tersebut tak dimungkiri menyerap perhatian banyak pihak dari dalam dan luar negeri, tak terkecuali jurnalis kondang MotoGP, Mat Oxley, dan komentator resmi mereka, Simon Crafar.

Kedua pria yang terlibat aktif selama gelaran itu pun kerap menceritakan pengalamannya selama berada di Mandalika. Hal itu dituangkan dalam akun Twitter masing-masing.

Terbaru, pada hari ini Senin ini, 21 Maret 2022, sebagaimana dilansir terkini.id dari Okezone, tepatnya pukul 14.20 waktu setempat, Mat Oxley menceritakan dirinya akan segera meninggalkan Lombok untuk kembali ke negara asal. Namun, ia terlihat agak keberatan untuk meninggalkan Tanah Air.

Pasalnya, Oxley merasa baru pertama kali menemui orang-orang yang sangat ramah dalam hidupnya.

Ia pun bahkan menganggap Lombok bisa dijadikan tempat tinggal untuk dirinya dan keluarganya.

“14:20 di Lombok dan hujan lagi, tentu saja,” tulisnya dalam bahasa Inggris,” dikutip terkini.id via Twitter @matoxley.

“Terima kasih banyak untuk Indonesia-mungkin orang-orang paling baik dan ramah yang pernah saya temui dalam 35 tahun mengejar MotoGP di seluruh dunia. Mungkin (saya) bisa saja tinggal di sini dan membawa Debs & anak-anak daripada harus pulang.”

Cuitan Oxley itu pun dikomentari oleh Simon Crafar. Ia juga mengungkapkan keramahan orang-orang Indonesia membuatnya memandang penduduk tempat tinggalnya di Eropa tak seramah orang di Tanah Air sehingga ia merasa sangat senang bisa hadir.

Belum lagi, Crafar selalu disuguhkan pemandangan luar biasa dari alam di Mandalika. Ia pun ingin kembali lagi untuk liburan bila ada kesempatan.

“Saya memiliki pengalaman yang sama seperti Mat. Indah, sopan, tenang, hormat, orang di Indonesia. Membuat rata-rata Eropa (rumah saya) tampak keras, kasar, memaksa & tidak sabar, dan keindahan alam tropis luar biasa,” tulisnya.

“Panas? Sudah pasti lebih menyenangkan liburan di sebelah kolam renang.”

Bagikan