Gara-gara Postingan di Facebook, Pemuda Ini Tewas Dikeroyok 4 Orang

Pemuda Dikeroyok
Ilustrasi pengeroyokan. (foto: malangtoday.net)

Terkini.id, Singakawang – Empat pemuda masing-masing berinisial F (16), CJ (14), H (13) dan EF (16) ditangkap Polres Singakawang, Kalimantan Barat lantaran diduga menganiaya seorang remaja berinisial JF (14) hingga tewas.

“Diamankannya keempat anak tersebut diduga melakukan tindak pidana penganiayaan pengeroyokan dan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang,” kata Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Parikhesit, dikutip dari Merdeka, Rabu, 15 Mei 2019.

Kejadian penganiayaan tersebut, kata Parikhesit, terjadi pada Minggu, 12 Mei 2019, sekitar pukul 21.15 WIB di Jalan Raya Tanjung Batu dalam (Kopisan) Gang Sukaramai, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

Peristiwa tragis itu, kata Parikhesit, bermula setelah korban menulis kata-kata yang menyinggung CJ di akun media sosial Facebok. Pelaku yang tak terima dengan perkataan korban, kemudian mendatangi korban bersama tiga rekannya, F, H, dan EF.

“Di lokasi kejadian, terjadilah cekcok mulut antara pelaku dan korban. Kemudian terjadi perkelahian, yang berlanjut dengan pemukulan oleh empat pelaku terhadap korban,” ujar Parikhesit.

Korban yang terluka parah sempat dilarikan ke RSUD Abdul Aziz Singkawang oleh kedua orangtuanya. Namun pihak RSUD Abdul Azis Singkawang menyarankan pihak keluarga agar korban dirujuk ke Pontianak.

“Saat dalam perjalanan tepatnya di Mempawah, korban sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun

Saat ini, keempat pelaku yang masih berusia remaja tersebut telah diamankan di Mapolres Singkawang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Keempat anak ini juga akan dikenakan Pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp 3 miliar,” kata Parikhesit.

“Mengingat pelaku dan korban masih anak-anak sehingga penyidik kita juga memperlakukan mereka secara khusus,” ujarnya.

Komentar
Terkini