Gatot Nurmantyo Kaitkan Covid-19 dengan Isu Senjata Biologis Massal

Terkini.id, Jakarta – Mantan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo tidak berhenti untuk mengungkit pernyataannya soal ancaman senjata biologis massal.

Saat berpidato dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI di Tugu Proklamasi Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020 kemarin, Gatot mengaitkan isu senjata biologis itu dengan pandemi covid-19.

Gatot mengklaim pernah menyinggung soal ancaman senjata biologis pada 2017. 

Menurut Gatot, ancaman itu perlu diwaspadai karena dapat melumpuhkan negara dan nyatanya hari ini seluruh dunia menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).

“Saat itu saya menyampaikan kita patut waspada adanya ancaman senjata biologis massal untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi menciptakan epidemi. Hari-hari ini kita berjuang mengatasi epidemi covid-19,” ujar Gatot dalam acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dikutip dari cnnindonesia.

Menarik untuk Anda:

Gatot menyampaikan, pernyataan soal ancaman senjata biologis tersebut disampaikan dalam pembukaan Konferensi Internasional dan Table Top Exercise untuk Global Health Security pada 24 Oktober 2017 di Istana Negara, Jakarta. Saat itu dirinya masih menjabat sebagai Panglima TNI.

Gatot menegaskan bahwa dirinya tidak lantas menyimpulkan bahwa pernyataan tiga tahun lalu itu menjadi kenyataan dengan keberadaan pandemi covid-19 saat ini. Namun ia mengingatkan pandemi yang terjadi saat ini bukan hal yang bisa dianggap mudah.

“Hari-hari ini kita semua berjuang mengatasi epidemik COVID-19. Saya tidak mengatakan pernyataan saya 3 tahun itu sepenuhnya tepat, sekali lagi kita sedang menghadapi pandemi dan tidak mudah ditaklukkan. 

Apalagi respons terhadap ancaman ini dipenuhi sikap menggampangkan dan bahkan lebih fokus pada kepentingan lain yang bisa lebih dulu dikesampingkan,” ucapnya.

Mengutip dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), senjata biologis adalah produksi mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, atau racun lain yang dilepaskan dengan sengaja untuk menyebabkan penyakit dan kematian pada manusia, hewan, atau tumbuhan.

Pada 2017, Gatot menyampaikan bahwa ancaman senjata biologis ini patut diwaspadai. Menurutnya, posisi geografis Indonesia yang berada di persimpangan lintas dunia dapat menyebabkan wabah penyakit tropis dan infeksi yang sangat tinggi.

Proxy War hingga Oligarki Pemerintahan

Dalam deklarasi tersebut, salah satu pernyataan Gatot yang keras dan banyak dibagikan di media sosial adalah terkait oligarki pemerintahan dan imbauannya untuk mengambil alih pemerintah.

“Bersama gerakan KAMI, mari hancurkan pemerintahan oligarki ini. Sudah saatnya rakyat mengambil alih,” terang Gatot dalam meme itu.

Gatot juga menyinggung soal proxy war yang diperburuk dengan tumbuh kembangnya oligarki kekuasaan di negeri.

“Kekuasaan dimainkan, dikelola oleh kelompok orang dan tidak beruntung lagi, mereka melakukan dengan topeng konstitusi apakah benar ini terjadi pada negeri kita? Biar rakyat yang menjawab,” kata Gatot dalam sambutannya.

Dia menyebutkan, penanganan pemerintah terlihat menggampangkan, bahkan lebih fokus kepada kepentingan lain.

“Dalam semua karut marut seperti itu ada hak krusial yang harus kita lakukan sebagai bangsa, perlu kita bersatu dalam keyakinan bersama bahwa sebagai bangsa kita tidak boleh dan tidak mau dipecah belah untuk kepentingan apapun. Ingat kita negara kaya dan penuh semangat gotong royong. 

Di kondisi sulit ini dialami seluruh negara Indonesia punya SDA melimpah dan kekuatan yang luar biasa, Indonesia mempunyai seluruh potensi untuk menjadi negara maju artinya Indonesia akan dapat tempat dari segala kesulitan,” lanjut Gatot.

Gatot menekankan bahwa dia hadir dalam acara deklarasi KAMI atas nama pribadi. Dia menyatakan siap bertanggung jawab apabila ada implikasi hukum dari acara tersebut.

“Sebagai inisiator Prof, Rachmad Wahab, Bachtiar Hamzah, MS Kaban, dan lainnya saya tekan di sini sejak pembukaan dalam acara sampai penutupan nanti apabila ada hal-hal berkaitan berdasarkan hukum maka keseluruhannya yang bertanggung jawab adalah saya pribadi Gatot Nurmantyo,” tegas Gatot lagi.

Gatot juga mengungkapkan alasan pembentukan KAMI. Dia menyebut KAMI ingin semua pihak jujur atas apa yang terjadi di Tanah Air.

“Kami ingin menjadikan momentum kemerdekaan RI untuk lebih maju, dan untuk jujur melihat diri apa yang belum benar dari negeri ini,” tutur dia lagi.

Sebelumnya, Ketua Komite KAMI Ahmad Yani menyebut organisasi tempatnya bernaung merupakan gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera. Dia menyebut KAMI akan melakukan pengawasan dari segala potensi penyimpangan.

“KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, dan aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif,” terang Ahmad Yani, saat membacakan Jatidiri KAMI, di lokasi deklarasi tersebut.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ketua RW Kecam Aksi Pencopotan Logo Seragam ‘2 Kali Tambah Baik’: Ini Penghinaan Bagi Kami

Pasien Sembuh Covid-19 per 30 November Tambah 4.725 Orang, Total 450.518

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar