Gawat! Hacker China Retas Jaringan Kementerian Indonesia, Muslim Arbi Singgung Utang dan Jokowi: Usir Dubesnya dari Jakarta!

Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini publik digemparkan dengan sebuah kabar bahwasanya hacker China telah meretas jaringan internal setidaknya sepuluh kementerian dan lembaga Indonesia.

Oleh sejumlah pihak, hal itu lantas dinilai harus lekas ditindaklanjuti dengan serius dan detail.

Terlebih, juga dikabarkan bahwa jaringan Badan Intelijen Negara (BIN) pun termasuk salah satunya.

Baca Juga: Prabowo Sudah Ditinggalkan Pendukung, Muslim Arbi Sarankan Gerindra Usung Anies...

Nah, menanggapi kabar tersebut, Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, pun tampak murka.

Ia mengatakan bahwa tingkah hacker terbaik dianggap bisa jadi merupakan permainan intelijen China.

Baca Juga: Sentilan ke Sri Mulyani: Bagaimana Rakyat Bayar Pajak? Wong Cari...

Sebab, China sebelumnya sangat bernafsu dengan Laut Natuna meskipun melanggar hukum dan batas laut Internasional.

“Dan sekarang dalam negeri, hacker China marajalela,” tutur Muslim Arbi, dikutip terkini.id dari Rmol pada Minggu, 12 September 2021.

“Pasti ada kepentingan tertentu. Padahal ini sudah acak persoalan internal kita. Bisa jadi kegiatan intelijen terkait utangnya dan beri sinyal dan tekanan ke rezim Jokowi,” sambungnya.

Baca Juga: Sebut Jokowi Harusnya Minta Bantuan Rizieq Soal Haji, Muslim Arbi:...

“Seolah-olah bilang ke Jokowi ‘jangan macam-macam’, harus tunduk pada kepentingan China.”

Menurut Muslim, hal tersebut merupakan salah satu bentuk bahaya ketergantungan utang yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo alias Presiden Jokowi.

“Apalagi BIN dan sembilan Kementerian diacak-acak. Pasti ada kepentingan besar,” tuturnya lagi.

“Dubes China segera dipanggil, dimintai keterangan, ada apa hacker China ngacak-ngacak badan Intelejen dan sembilan lembaga negara,” lanjutnya.

“Jika tidak ada alasan jelas, usir saja Dubes China dari Jakarta!” tandas Muslim tampak murka.

Adapun informasi peretasan ini diunggah di The Record oleh jurnalis keamanan siber, Catalin Cimpanu dalam artikel ‘Indonesian Intelligence Agency Compromised in Suspected Chinese Hack” pada Jumat lalu, 10 September 2021.

Dalam laporan itu, penyusupan ditemukan oleh divisi penelitian ancaman Recorded Future, Insikt Group.

Mereka menemukan penyusupan dilakukan oleh Mustang Panda, kelompok peretas China yang menargetkan kawasan Asia Tenggara.

Bagikan