Gelar Bimtek Pencacah, Begini Harapan Kepala Dinas Sosial Palopo

Terkini,id, Palopo – Pemerintah Kota palopo melalui Dinas Sosial kota menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencacah yang bertemakan mekanisme pemutakhiran mandiri (MPM) yang dilaksanakan di Auditorium Saokotae, 13 September 2018.

Kadis Sosial, M Tahir dalam laporannya menyampaikan bahwa sesuai tema kegiatan, dan sesuai dengan undang-undang yang ada, pemerintah kota palopo diberi kewenangan untuk melakukan sensus atau pencacah.

Hal itu dalam rangka memenuhi persyaratan sekaligus keluhan yang selalu menjadi persoalan di tingkat nasional tentang ketidak akuratan data penerima bansos secara menyeluruh.

“Berdasarkan data ada masyarakat yang berhak mendpatkan bantuan namun terkendala undang undang sehingga tidak dapat diberikan itu karrna penerima manfaat tidak terdaftar dalam basis data yang ada,” ungkap M Tahir.

Terkait hal tersebut, lajut M, Tahir, pada bimtek kali ini pihak Dinas Sosial sengaja menghadirkan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) selaku narasumber utama karena pada akhirnya BPS lah yang akan mengumumkan jumlah daftar penduduk kategori yang Miskin, rentan miskin, Hampir Miskin dan Sangat miskin.

Menarik untuk Anda:

“Karena tugas pemkot palopo sesuai undang undang untuk melakukan pemutakhiran secara mandiri, maka diharapkan disetiap kelurahan satu atau dua peserta agar intens melakukan pencacahan kepada masyarakatnya yang memenuhi syarat atau kriteria untuk mendapatkan bantuan social kedepan.” Ucapnya.

Ditambahkan M. Tahir, pelaksanaan pemutakhiran data dilakukan untuk melengkapi basis data terpadu yang telah ada sejak 2009, 2011 dan 2015 dimana dalam setiap rakor tingkat nasional regional dan wilayah selalu menjadi kendala

“ Terkait pelaksanaan bimtek adalah sebuah kebanggan tersendir bagi pemkot Palopo karena mendapatkan perhatian khusus dari Kementrian social ini didasari atas pelaksanaan bimtek yang dilaksanakan pertama kalinya di Indonesia, justru dilakukan di Kota Palopo.” Ungkap mantan Kabid Mutasi BKD Kota Palopo ini.

Pelaksanaan bimtek ini juga membuktikan bahwa pemkot palopo sangat peduli dan sangat aktif dalam penyaluran bansos dan mendata warga masyarakat yang mengalami kesenjangan social.

“Kedepan saya tidak ingin lagi ada warga masyarakat di 48 Kelurahan yang berhak mendapatkan batuan namun tidak terdaftar dalam basis data terpadu itu sama saja kita menghalangi hak orang lain,” tandasnya.

Sementara itu Pj Walikota Palopo yang diwakili Staf Ahli Walikota Palopo Dr. Suyuti menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan bimtek yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dan itu adalah sebuah prestasi yang luat biasa untuk pemkot palopo dalam hal ini dinas Sosial, Apa yang dilakukan dinas social adalah kegiatan beramal dan semoga hal tersebut dapat berjalan baik sesuai yag kita harapkan dan mendapat ridho dari Allah SWT dalam setiap pelaksanaan program.

´tugas yang akan di emban selaku pencacah sangat mulia karena ujungnya akan membantu menentukan kesuksesan pemutakhiran data dalam rangka penanganan fakir miskin, .”ungkap Suyuti

Pada bimtek kali ini selain di hadiri Staf Ahli Walikota Palopo, para camat dan lurah juga mengadirkan peserta yang merupakan perwakilan dari 48 kelurahan sebagai calon petugas pencacah.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Rahmat Basri Bandaso Ingatkan Warga Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Wali Kota Palopo Imbau Masyarakat Tetap Waspada Bahaya Corona

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar