Gelar Workshop, Hasanuddin Contact dorong penerapan Perda KTR

Gelar Workshop, Hasanuddin Contact dorong penerapan Perda KTR

Terkini.id, Makassar – Hasanuddin Center for Tobacco Control and Non Communicable Disease Prevention (Hasanuddin CONTACT) yang merupakan organisasi nirlaba di bawah naungan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin.

Hasanuddin Contact hadir untuk membantu stakesholders (pemerintah, tokoh masyarakat, dan LSM) guna mendorong penerapan Perda No.4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan aturan larangan iklan, promosi, dan sponsor rokok di Makassar.

Organisasi ini kembali mengadakan Research Workshop bagi staff  di 6 (enam) Universitas (UNHAS, UMI, UIM, UIN, UPRI, dan UNISMUH) untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam pengembangan tobacco-free campus.

Workshop ini dilaksanakan selama satu hari pada Selasa, 24 April 2018 mulai pukul 08.00 – 15.00 WITA di Ruang Kandouw, Lt. 2, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin.

Dalam workshop ini lebih intensive karena setiap universitas hanya diwakili oleh dua orang staff utusan dari kampus masing-masing.

Suasana jalannya Workshop Hasanuddin Contact

Semua peserta diberikan pelatihan langsung oleh Tomoyuki Shibata, PhD MSc, Co-Founded dan Executive Director dari Global Environmental Health LAB (Learn, Act, and Build) yang mempromosikan dan mendukung lingkungan yang aman dan sehat pada skala lokal, regional, dan global melalui penelitian yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, keterlibatan ilmiah, dan kegiatan pengembangan kapasitas.

Associate Professor pada Public Health Program, Northern Illinois University sejak tahun 2015 hingga sekarang dan akan menyampaikan tentang tobacco-free campus in USA dan Community Engagement sebagai bahan percontohan agar bisa diterapkan di setiap kampus.

Salah satu kendala penting dalam menerapkan dan menegakkan peraturan kawasan tanpa rokok adalah masih kurangnya baseline data. Tidak ada sistem atau praktik yang cukup untuk meningkatkan implementasi dan kepatuhan di tempat-tempat umum terkini.

Oleh karena itu perlu strategi untuk mendorong pelaksanaan kawasan tanpa rokok dengan melibatkan dan meningkatkan kegiatan akademik yang akan mengatasi hambatan ini.

Perguruan tinggi harus menjadi pioneer dan contoh yang baik sebelum mempromosikan kawasan tanpa rokok kepada masyarakat.

Suasana jalannya Workshop Hasanuddin Contact

Berangkat dari hal itu, Hasanuddin CONTACT akan mengadakan workshop bagi staf di enam universitas (UNHAS, UMI, UIM, UIN, UPRI, dan UNISMUH) untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam pengembangan tobacco-free campus.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan implementasi Peraturan Daerah Kota Makassar No. 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui pemberian capacity building kepada staf/dosen dalam pengembangan tobacco-free campus di perguruan tinggi mitra (UNHAS, UMI, UIM, UIN, UPRI, dan UNISMUH).

Keluaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh perguruan tinggi mitra (UNHAS, UMI, UIM, UIN, UPRI, dan UNISMUH) untuk menjadi pioneer dalam pengembangan tobacco-free campus bagi perguruan tinggi lain di Kawasan Indonesia Timur.

Berita Terkait