Gempa Susulan di Sulbar, Dok: Lantai Satu Kosong, Pasian Lari Semua

Terkini.id, Sulbar – Gempa susulan berkekuatan 4,0 skala richter (SR) mengguncang Mamuju-Majene Sulawesi Barat, sekitar pukul 19.55 WITA malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat pusat gempa berada  pada koordinat 2,95 LS dan 118,91 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 9 km arah Timur Laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 14 km.

Guncangan terakhir sempat menyebabkan kepanikan di RS Reginal Sulbar bahkan membuat kepanikan penghuni rumah sakit yang terletak di jalan Martadinata No.03, Simboro, Kec. Simboro Dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat itu.

Seperti yang dirasakan oleh salah satu relawan medis yang sedang berada di rumah sakit yakni Dr. Hisbullah. 

Mungkin Anda menyukai ini:

Menurut dia saat gempa susulan terjadi pasien panik berhamburan keluar gedung rumah sakit.

Baca Juga: TDA Makassar Salurkan Donasi ke Warga Terdampak Gempa Sulbar

Dia menyampaikan sekitar jam 8 malam, kami sementara operasi di lantai 3 RSUD Regional Sulbar tiba-tiba gedung bergetar dan sedikit bergoyang. Dua perawat refleks melompat bergerak menuju pintu. 

“Dokter Obsgin yg sementara operasi bolak balik melihat situasi berfikir keras antara tetap berdiri di samping pasien atau ikut berlari ke pintu. Untung kami segera saling menenangkan agar operasi tetap dilanjutkan sampai selesai,”ujar Hasbullah dalam keterangannya.

Selesai operasi menurut Hasbullah dia kembali duduk di ruang pemulihan tiba-tiba ada laporan. 

Baca Juga: KOPAL Makassar Salurkan Bantuan Donasi ke Pengungsi Gempa Sulbar

“Dok Lantai satu kosong, pasien lari semua”. Segera saya turun ke lantai satu untuk memastikan informasi tersebut. Ternyata betul, tadi sore saya sempat ambil gambar di lobby dan depan poliklinik, semua lantai satu penuh pasien rawat inap bahkan di teras ada 3 bayi yang dirawat di dalam inkubator,”tuturnya.

Diakui juga jika dirinya belum sempat cek ke mana bayi-bayi itu dilarikan. Hasbullah mengaku lanjut ke UGD mengecek kondisi ternyata juga kosong. Pasien menyelamatkan diri ke tenda-tenda yang ada di depan IGD, yang tertinggal hanya 5 perawat IGD dan satu dokter yang berani bertahan di teras IGD untuk melayani pasien gawat yang tiba-tiba masuk.

Insya Allah pagi ini jika sudah terang ia  akan segera mengecek secara lengkap kondisi semua pasien. 

“Semoga saja semua kebagian tenda. Saya yakin mereka kedinginan karena saat saya mengambil foto udara sangat dingin. Mari kita doakan semoga saudara-saudara kita yang jadi pasien dan kini dirawat di tenda-tenda selamat tidak ada yang bertambah berat penyakitnya, Aamiin,” tutupnya.

Bagikan