Generasi millennial dan ketimpangan

Ilustrasi / Istimewa

Tulisan singkat ini terinspirasi dari beberapa bacaan diantaranya buku Jared Diamond, Rhenald Kasali dan buku teori sosial yang coba diurai menjadi pijakan berpikir mengenali konteks generasi millennial dan ketimpangan yang sedang terjadi saat ini, terkhusus di bangsa yang kita cintai ini.

Untuk tidak berpanjang-panjang mengurai sejarah perdebatan kapitalisme dan sosialisme, saya ingin masuk melihat ke dasar teori sosial yang merunut pada sebab lapisan sosial dan kelas sosial membentuk dirinya. Dari dasar teori ini jika dikaitkan dengan tulisan Jared Diamond (Guns, Germs & Steel), terbaca dengan jelas bahwa masyarakat Eropa yg mewakili kapitalisme awal menciptakan ketimpangan dengan negara-negara yg dikoloninya dengan teknologi dan struktur politik dan ekonomi yang lebih mapan. Saat itu sebagian negara-negara yg hari ini masih mengalami ketimpangan tetap menjaga kebiasaannya menjadi masyarakat pengumpul dan berburu.

Kolonialisme dan globalisasi kemudian hadir sebagai alat untuk memastikan kepentingan kapitalisme mencengkramkan kekuatannya. Meski mengalami krisis, negara-negara dan kekuatan-kekuatan kapitalisme terus berganti kulit, berganti wajah, yang mengantar perubahan dari managed capitalism menjadi enterpreneurial capitalism. Era inilah yang sedang kita hadapi saat ini.

Kembali pada teori dasar lapisan sosial. Kapitalisme berhasil menciptakan suatu sistem sosial yg membuat lapisan-lapisan sosial yang ketat menjadi lebih terbuka, sehingga kelompok lapisan masyarakat bawah, baik pada budaya komunitas yang tertutup seperti kasta di India, kekaisaran di Jepang, lapisan sosial masyarakat Bali, terlebih lagi pada sistem sosial yang lebih terbuka terhadap perubahan, terus mengalami social claimbing yang lebih cepat.

Dengan keterbukaan informasi, akses ilmu pengetahuan, penemuan, inovasi dan kreatifitas, saat itulah generasi millennial hadir. Generasi Millennial menjadi masyarakat kelas menengah baru, yg dengan jalan-jalan baru dan cara-cara baru melawan incumbent yang tidak mau beranjak menjemput perubahan. Hal ini mestinya benar-benar disadari, bukan hanya sebagai jargon. Agar klaim terhadap gagasan generasi millennial lebih membumi.

Menarik untuk Anda:

Ciri dari Generasi Millennial dalam gagasannya benar-benar memiliki persfektif yg luas, memiliki kemampuan berpikir kritis, lebih kreatif, mampu menyederhanakan pilihannya, berani mengambil resiko, disiplin diri dan banyak lagi ciri yang lainnya. Jika ciri ini tdk dimiliki, maka khawatirlah, bahwa mungkin kita bukan bagian dari zaman millennial ini, dan akan menjadi punah tanpa jejak yang berarti.

Lantas bagaimana Generasi Millennial menjawab tantangan ketimpangan saat ini? di dunia luar sedang terjadi perubahan yg cepat, sedang terjadi inovasi besar-besaran, mereka yg berhasil telah membentuk sistem sosial dengan kelas-kelas sosial yg semakin tipis kesenjangannya, menjadi masyarakat yg lebih sejahtera.

Pada sisi yg lain, mereka yang gagal, banyak yg mengalami kebangkrutan. Inovasi dan kreatifitas telah meninggalkan para incumbent jauh tertinggal. Baik pada pola organisasi maupun pada prilaku individunya. Dari sinilah mestinya generasi millennial ini berbenah.

Enterpreneurial Capitalism bukan hanya menciptakan spirit untuk mendorong produktifitas kerja, organisasi yang efektif dan efisien, tapi disisi yang lain, juga menciptakan semangat sharing economy (ekonomi berbagi) sebagaimana semangat partisipasi yang lebih luas pada ruang sosial baru saat ini yang sedang kita nikmati bersama.

Ditangan Generasi millennial ketimpangan bisa terjawab jika mampu menyerap dan mengeksekusi dgn baik perubahan-perubahan yg sedang terjadi dari berbagai ranah kehidupan. Dan terakhir, saya ingin menutup tulisan ini sebagai pengantar pada diskursus yang lebih mendalam.

“Berterimakasihlah pada semangat kapitalisme, karena dari rahimnyalah Generasi Millennial ini lahir”

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Debat Calon Bupati-Wakil Bupati Bulukumba: Tanggapan Putra Daerah

Tolak Politik Uang untuk Pilkada yang Bermartabat!

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar