Gong Nekara Selayar, Terbesar dan Tertua di Dunia

Gong Nekara
Gong Nekara

Terkini.id – Gong Nekara Selayar dibuat pertama kali pada zaman perunggu. Gong ini ditemukan seorang petani bernama Saburu pada tahun 1686, usia Gong ini diperkirakan 200 tahun.

Benda bersejarah satu ini tercatat sebagai Gong Nekara (gong perunggu) terbesar di Asia Tenggara karena ukuran tingginya mencapai 95 cm, garis tengah 126 cm, luas lingkaran permukaan 396 cm², dan luas lingkaran pinggang 340 cm².

Nekara yang ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1868 tersebut tetap dibiarkan di tempatnya di sebuah bangunan sederhana di daerah Bonto Bangun, Matalalang, beberapa kilometer arah utara dari kota Benteng, Selayar.

Harta karun yang istimewa ini berhiaskan berbagai pola menarik dan indah seperti bintang, perahu, ikan, gajah, katak, burung merak, pohon kepala dan bangau di seluruh permukaannya.

Terdapat pula empat pasang pegangan yang menempel dari bagian bahu ke pinggang berhiaskan motif tali. Keistimewaannya yang lain juga karena Gong Nekara ini multifungsi.

Gong Nekara
Gong Nekara

Selain sebagai perlengkapan upacara persembahan, Gong Nekara juga berfungsi sebagai simbol status sosial dan karya seni yang memiliki daya magis religius. Fungsinya yang lain adalah sebagai tanda bahaya atau isyarat perang.

Oleh para ahli, Gong Nekara berukuran “jumbo” ini juga dikatakan bermanfaat sebagai sarana pemanggilan hujan. Uniknya, sebagian masyarakat menganggap benda ini keramat, sehingga tak jarang mereka melakukan ritual di dekatnya.

Kabarnya, barang siapa yang menyimpan atau memiliki benda tersebut, dialah yang menjadi penguasa di negeri itu. Seperti halnya di Selayar, nekara di China Selatan pun dapat dipakai sebagai lambang kekuasaan.

Gong Nekara
Gong Nekara di Selayar

Asal muasal Gong terbesar dan tertua ini menurut informasi adalah dari dua sumber yang sama. Sumber pertama yaitu cerita mitos Sawerigading yang berkembang pada periode kekuasaan manusia dewa yang mengatur tata tertib dunia dengan pola kepemimpinan religius kharismatis.

Sedangkan sumber kedua adalah naskah Hukum Pelayaran dan Perdagangan Amanna Gappa. Dijelaskan bahwa Selayar menjadi bandar transit bagi lalu lintas pelayaran karena letakannya yang strategis.

Sumber ini memberikan keterangan yang kuat bahwa nekara Selayar mungkin didatangkan dari daratan Asia Tenggara pada saat pengaruh kebudayaan China berkembang di Selayar oleh pelaut dari China.

Penulis : Salmawati

Berita Terkait
Komentar
Terkini