Makassar Terkini
Masuk

Tender Penggantian Gorden DPR Seharga 43,5 M Dilelang, Warganet: Bukti Matinya Nurani Anggota Dewan

Terkini.id, Jakarta – Tender penggantian gorden untuk rumah dinas jabatan anggota DPR masih menjadi perbincangan hangat yang menuai komentar dari banyak pihak. Tender ini dimenangkan oleh PT Bertiga Mitra Solusi, peserta penawar tertinggi dengan harga Rp 43,5 miliar.

Peneliti Indonesia Corruption Watch alias Wana Alamsyah meniai ada potensi kecurangan  dalam penentuan pemenang tender ini sebab secara umum pemenang lelang biasanya berasal dari pihak penawar harga terendah.

“Dimana-mana lelang itu yang menang yang menawarkan harga yang murah dan sesuai spek” tulis akun @NKRI_SAKLAWASE.

“ICW sudah pernah memprediksi bahwa PT BMS lah yang akan menang. Kami menduga ada potensi kecurangan dalam proses ini, karena dari tiga perusahaan yang mengajukan penawaran, hanya PT BMS yang memenuhi kualifikasi,” ujar Wana dilansir dari laman Tempo pada Minggu,8 Mei 2022.

Sesuai dengan informasi yang terdapat di dalam LPSE RI, waktu pembuatan tender
dilakukan pada 8 Maret 2022.

Tercatat total penyedia yang mendaftar untuk lelang tersebut sebanyak 49 perusahaan, sedangkan penyedia yang memasukan penawaran hanya tiga perusahaan. Selain PT Bertiga Mitra Solusi dengan tawaran harga Rp 43,5 miliar, ada dua peserta lelang lainnya yakni PT Panderman Jaya menawarkan harga Rp 42,1 miliar dan PT Sultan Sukses Mandiri sebesar Rp 37,7 miliar.

Wana menjelaskan bahwa dalam proses pemilihan penyedia terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh ketiganya yakni izin usaha dalam bidang dekorasi interior.

Berdasarkan informasi di dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) milik LKPP diketahui bahwa dari tiga perusahaan tersebut, yang memegang izin usaha untuk dekorasi interior hanya PT Bertiga Mitra Solusi. Sedangkan dua perusahaan lainnya sama sekali tidak memiliki izin usaha tersebut.

Adanya hal ini, Wana menduga bahwa proses pengadaan tersebut hanya bersifat formalitas, sementara pemenang sudah ditentukan sejak awal, sehingga tidak ada kompetisi antarpara penyedia.

ICW sudah mencoba mengecek informasi mengenai data kualifikasi pelaku usaha dan riwayat kinerja PT Bertiga Mitra Solusi di laman Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP), namun tidak ditemukan informasi.

“Perusahaan menutupi informasinya,” ujar dia.

Tak hanya itu, kecurigaan adanya potensi kecurangan juga muncul dari kalangan Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Pihaknya menilai, proses penentuan pemenang tender ini harus ditelusuri.

Diketahui sebelumnya bahwa pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR dengan anggaran yang mencapai Rp 48,7 miliar ini sejak awal telah menuai kritik dari berbagai kalangan termasuk warganet.

“Matinya Nurani anggota Dewan” tulis akun @MsSikumbang.

Dilansir dari situs resmi perusahaan, PT Bertiga Mitra Solusi sebagai pemenang tender merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor dan penyedia interior, sistem integrator dalam bidang teknologi dan informatika.

Perusahaan ini mengaku sudah memiliki banyak klien dari BUMN, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah.