Gubernur Sebut Ada Tiga Musuh Besar Sulsel

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah

Terkini.id — Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah sebut ada tiga musuh besar masyarakat saat ini. Musuh tersebut yakni tingginya pengangguran, kebodohan dan kemiskinan.

“Musuh kita saat ini adalah kemiskinan, pengangguran, dan kebodohan. Allah SWT telah menganugerahkan kepada kita sebuah negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa,” sebut Prof. Nurdin Abdullah dalam sambutannya, di acara Festival Keraton Nusantara, di Kota Palopo, Senin 9 September 2019.

Olehnya itu, Nurdin merasa bangga menjadi bagian dari negara agraris, karena kedepan perang dunia bukan lagi menjadi ancaman bangsa-bangsa di dunia ini, tetapi yang menjadi ancaman kita adalah kerisis pangan dunia karena penduduk dunia terus bertambah, sementara luas bumi kita tidak bertambah.

“Oleh karena itu sebagai bangsa yang besar, tentu menjadi sangat penting Indonesia menjadi penyangga pangan dunia. Indonesia adalah sebuah negara tropis yang sepanjang tahun kita dapat menanam, tinggal bersama-sama bangaimana kita menjaga dan melestarikan alam kita sehingga pembangunan yang berkesinambungan ini dapat kita jaga bersama,” jelas alumni Fakultas Kehutanan Unhas Makassar ini.

Apalagi, lanjutnya empat kabupaten kota di Luwu Raya dikenal memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang sangat luar biasa, terlebih hasil perikanannya.

“Luwu Raya ini adalah salah satu masa depan Sulawesi Selatan bahkan Indonesia pada umumnya, potensi perikanan, pertanian, peternakan, perkebunan, kekayaan mineral kita, potensi wisata kita begitu terbentang luas di hadapan kita,” ungkap mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Selain itu, sosok dengan sejuta karya ini memiliki inovasi yang sangat luar biasa untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada di 24 kabupaten kota se-Sulsel.

“Kita memiliki danau yang begitu indah, danau Matano dan danau lainnya. Ini semua kalau kita dorong menjadi keunggulan dan ini akan menjadi destinasi unggulan kita semua. Potensi ini perlu kita maksimalkan lagi, tetapi harus yang berkelanjutan agar anak cucu kita bisa menikmati tanah Luwu Raya yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini