Gubernur Sulsel: Kerjasama Dengan Jepang Harus Detail

Gubernur Ehime, Nakamura dan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah. /Nasruddin

Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menegaskan bahwa membangun kerjasama dengan Jepang segala sesuatunya harus jelas dan detail, termasuk jika dituangkan dalam perjanjian kerjasama.

Hal itu disampaikan Nurdin Abdullah ketika menyamu kedatangan Gubernur Prefektur Ehime, Jepang Tokihiro Nakamura dan rombongan di Hotel Rinra Makassar, Rabu 16 Januari 2019.

“Jujur saja dengan Jepang untuk melakukan MoU itu sangat berat, tidak mudah kita menandatangani sesuatu dengan Jepang, karena Jepang itu sangat detail, saya kira hari kita menandatangani sebuah memorandum tetapi bukan MoU tetapi ini adalah rencana-rencana yang akan kita kerjasamakan,” kata Nurdin Abdullah.

Pada jamuan itu, turut hadir Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, sejumlah bupati dan wali kota se Sulsel serta alumni Universitas Ehime serta warga Jepang yang bermukim di Makassar.

Nurdin menambahkan, Provinsi Ehime dan Sulsel memiliki kesamaan. Pertama Ehime adalah daerah yang sangat terkenal untuk sektor pertaniannya, jeruk nomor satu di Jepang ada di Ehime, salah satunya jeruk yang diberi nama Benny Maddona.

Bahkan jeruk ini disajikan saat Presiden berkunjung ke Makassar, disajikan di kediaman Wakil Presiden (JK) dan Presiden mengatakan, apakah bisa dikembangkan ngak di Indonesia.

Kesamaan kedua, yakni, Jepang dan Indonesia sebagai negara kepulauan dan Sulsel memiliki ratusan pulau hampir sama dengan Ehime, tetapi Ehime bisa menjadi pusat pengembangan budidaya ikan terbesar di Jepang dan terbaik.

“Nah ilmu ini yang harus kita ambil. Ini bisa kita transfer teknologi dan knowledge kalau kita melalui (ada) kerjasama. Alhamdulillah, hari ini (kemarin) kita sudah tandatangani tinggal kita bagaimana menjalankan komitmen ini,” harapnya.

Sedangkan, Gubernur Ehime, Nakamura menyampaikan kunjungan ini adalah pertama kali. Sebenarnya dari dulu dia sudah punya keinginan kuat untuk melakukan kunjungan, akhirnya saat ini terwujud bersama-sama pimpinan-pimpinan atau wakil pengusaha ke Sulsel.

“Difasilitasi oleh kalangan swasta yang ada di Ehime, selama ini hubungan antara kita sudah terjalin dengan baik, melalui Kabupaten Bantaeng. Dan karena Bapak Nurdin sudah menjabat sebagai Gubernur Sulsel kami sangat berharap akan menjalin hubungan lebih besar lagi,” paparnya.

Sebenarnya pada bulan November lalu, masa baktinya sebagai gubernur sudah berakhir.

“Tapi karena Bapak Nurdin diangkat sebagai Gubernur Sulsel saya juga tidak mau kalah dan saya juga akan berusaha. Dan selama empat tahun ke depan saya akan menjabat sebagai Gubernur di Ehime,” sebutnya yang disambut tepuk tangan.

Sebagaimana sudah diketahui, dijelaskannya bahwa Prefektur Ehime dengan Provinsi Sulsel telah melakukan penandatanganan pada sebuah perjanjian untuk menjalin kerjasama yang baru.

Dikahir sambutan, dia menayangkan video tentang Ehime. Sementara itu, Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi menyampaikan diketahui Jepang dan Indonesia sudah menjalin hubungan persahabatan yang cukup lama selama ini.

“Menurut catatan yang ada, pada awal zaman Edo, atau pada awal tahun 1.600 sudah ada empat orang pebisnis yang sudah melakukan kegiatan di Makassar,” jelasnya.

Kurang lebih 100 tahun lalu atau tahun 1918 total orang Jepang di Makassar telah membentuk organisasi orang Jepang.

Pada kesempatan akhir Gubernur NA dan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan cinderamata kepada Nakamura demikian juga Nakamura ke Nurdin Abdullh dan Andi Sudirman.

Berita Terkait
Komentar
Terkini