Gubernur Sulsel Klarifikasi Pelantikan 193 Pejabat Pemprov

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah. /Nasruddin

Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah memberikan klarifikasi terkait pelantikan 193 pejabat Pemprov yang dilakukan Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, 29 April 2019 lalu, ditengah Nurdin Abdullah melaksanakan umroh.

Nurdin Abdullah dalam memberikan keterangan pers-nya, di Ruang Pola Kantor Pemprov Sulsel, Selasa 7 Mei 2019. Pelantikan tersebut dinilai tidak berlandaskan aturan yang berlaku atau cacat administrasi.

Sehingga 193 pejabat yang sudah dilantik akan dikembalikan pada posisi semula.

“Kejadian kemarin, kita tidak menyalahkan pak wagub, tetapi proses yang harus disalahkan, siapa yang memproses itu, karena kita harus paham. mengangkat orang atau memberhentikan orang itu ada aturannya,” ujar Nurdin Abdullah.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan koreksi bagi pemerintahan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman kedepan.

“Kita semua ini tidak akan bisa membaca atau mengkaji seluruh aturan perundang-undangan yang ada. tidak mungkin. Itulah pentingnya yang namanya biro hukum, BKD dan tim penilaian kinerja. Kita hanya ingin menyampaikan bahwa kita tidak usah mencari siapa yang salah. Tetapi ini menjadi koreksi bagi kita semua,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Sekda Abdul Hayat Resmi Lantik Empat Pejabat Eselon II

Andi Sudirman Sulaiman Paparkan Potensi Sulsel di Hadapan Konjen Australia

Ismail Bachtiar Minta Pemerintah Cek Semua Jembatan Tua di Sulsel

Kenapa Perayaan Valentine Sering Dikaitkan Dengan Seks Bebas, Ini Penjelasan Dosen Sosiologi

Gubernur Sulsel Minta Agar Toilet Eksklusif Bintang Lima Dibangun di Objek Wisata Lejja

Gubernur Sulsel Menikmati Sensasi Permandian Air Panas Lejja, Ini Manfaatnya

Waspda Virus Corona, Bid Dokkes Polda Sulsel Lakukan Ini

Mantan Rektor Unhas Prof Dr Radi A Gany Tutup Usia

Pemprov Sulsel Terima Rp844 Miliar Lebih Dana Bantuan KPM Tahun 2020

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar