Guru Agama Anti-Jokowi yang Doktrin Siswanya Benci Jokowi Minta Maaf

Hoax Facebook
Ilustrasi. (foto: geotimes.co.id)

Terkini.id, Jakarta – Kabar tentang seorang guru di SMA Negeri 87 Jakarta yang anti-Jokowi dan mengajak siswa-siswanya membenci Jokowi, menjadi viral di media sosial.

Kabar yang beredar, guru tersebut mendoktrin siswanya untuk membenci Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pihak sekolah turun tangan mengenai perkara tersebut.

“Saya prihatin dengan SMA di Jaksel saat ini. Guru agamanya mendoktrin anakanak dengan memfitnah Jokowi. Saya berusaha lapor ke Diknas, tetapi telepon saya tidak diangkat,” tulis keluhan orang tua siswa tersebut, sebagaimana pesan yang beredar.

Disebutkan, guru SMA 87 Jakarta tersebut setiap Jumat mendoktrin anak-anaknya untuk tidak pilih Jokowi dan membenci Ahok.

“Dikasih video tentang korban Palu yang jenazahnya bergelimpangan di depan rumah sakit. Kemudian ibu guru itu bertanya kepada murid-muridnya, ini salah siapa? Salah pemerintah. Salah Jokowi. Masih mau pilih dia untuk presiden ke depan? Saya menggiring kalian pilih yang lain,” bunyi pesan orang tua tersebut.

Guru yang disebut berinisial N itu, kini telah diperiksa oleh pihak SMAN 87 Jakarta.

Kepala Sekolah SMAN 87 Jakarta, Patra Patriah, mengungkapkan, pembinaan terhadap guru tersebut dilakukan.

“Disaksikan oleh 3 wakil kepsek dan ka-TU,” ujar Patriah, seperti dilansir dari detikcom.

Hasil dari pembinaan tersebut, kata Patriah, guru N sudah meminta maaf atas perbuatannya.

Permintaan maaf tersebut dituliskan di atas kertas yang sudah ditandatangani.

“Guru tersebut minta maaf atas kekeliruannya dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Beliau juga membuat pernyataan di atas kertas yang ditandatangani,” jelas Patriah.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Tanda-tanda Resesi

17 Agustus tahun ini.Tiga hari sebelumnya.Jam 6 pagi waktu New York.Itulah hari pertama kurva terbalik: yield bond jangka panjang lebih rendah dari yield bond
Opini

74 Tahun Indonesia, Merdeka dalam Penindasan

TANGGAL 17 Agustus 2019, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Marauke memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun.Berbagai macam bentuk kegiatanpun dilakukan dalam rangka
Opini

Memaknai Kemerdekaan Bukan Sekedar Simbolik

TUJUH belas Agustus merupakan momentum bersejarah sepanjang rentetan peristiwa, yang turut menghiasi dalam konsep Indonesia.Euforia kemerdekaan menggema dari berbagai penjuru mendengar teks proklamasi di
Opini

Aktivis Repotlusioner

SEJARAH gerakan mahasiswa secara heroik menggambarkan kecerdasan dan militansi perjuangan mahasiswa dalam menciptakan gerakan massa dengan tujuan memperbaiki kebobrokan tatanan yang ada di Indonesia.Bagi
Opini

Mengapa Pemadaman Listrik Begitu Lama?

DI mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda.Persoalannya: Seberapa sering.Seberapa luas.Seberapa lama.Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi
Opini

Mensegerakan Revisi PP No. 44 Tahun 2015

KEHADIRAN program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan terus memberikan manfaat bagi pekerja kita. Khusus untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan
Opini

Aspal Buton sebagai Aspal Berongga

Buku hasil adaptasi dari disertasi penulis  yang diselesaikan pada program studi Teknik Sipil Universitas Hasanuddin pada tahun 2018 lalu.Buku ini menganalisis pengaruh penambahan bahan
Opini

Titanium Megawati

"Tulis dong soal pidato Bu Mega di Bali"."Tidak mau"."Menarik lho pak. Apalagi kalau DI's Way yang menulis"."Politik. Sensitif," balas saya."Soal Sengon 1 Triliun itu
Opini

Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja. Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN