Guru di Pangkep dilatih pendidikan karakter

Pelatihan untuk Guru
Pelatihan untuk guru yang digelar Charoen Pokphand Foundation Indonesia

terkini.id, Pangkep – Guru di tiga kecamatan di Kabupaten Pangkep mendapat pelatihan pendidikan karakter yang digelar oleh Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Ketiga kecamatan tersebut yakni, Segeri, Mandalle dan Labbakkang.

Pelatihan ini merupakan program Corparate Social Responsibility (CSR) terbaru dari perusahaan yang bergerak di bidang pembibitan dan budidaya ayam ras pedaging itu.

Sekjen Pokphand Andi Magdalena Siadari menuturkan, CSR perusahaan dikemas dalam bentuk pendidikan kepada guru-guru tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama  (SMP), terkhusus di tiga kecamatan di kabupaten Pangkep.

“Ketiga kecamatan ini merupakan ring 1 perusahaan, karena kita juga memiliki perusahaan di daerah ini. Kita berharap dengan pemberian pelatihan kepada guru, dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran dalam hal penerapan pendidikan saat ini,” jelasnya.

Dia menyebutkan, untuk menjalankan program tersebut, pihaknya menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Diponogoro (Undip) serta dinas pendidikan kabupaten Pangkep.

Fakultas Psikologi sebagai motivator akan memberikan pelatihan pendidikan karakter kepada guru peserta program selama dua hari.

Baca :Diduga Keletihan, Sopir Asal Pangkep Ditemukan Meninggal dalam Mobilnya

“Program bakti pada guru memberikan pelatihan pendidikan berkarakter ini, sejalan dengan peraturan presiden (perpres) No 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan Karakter. Jadi kami menganggap program ini memang sudah selaras dan sejalan dengan program pemerintah,” bebernya.

Sementara itu Wakil Bupati Pangkep,  Syahban Sammana berharap, agar langkah ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten tiga dimensi tersebut.

Jujur, kata Syahban, Pemerintah daerah, belum mampu memberikan pelajaran seperti itu kepada guru, jika harus dianggarkan di APBD. Pasalnya, dari Rp1,4 triliun dana APBD kabupaten Pangkep, 67 persen telah dialokasikan ke belanja gaji pegawai. Selebihnya dibagi ke beberapa kegiatan SKPD lainnya.

“Guru bukanlah orang yang hebat, namun banyak orang yang jadi hebat karena jasa guru. Makanya, saat mendapatkan informasi terkait kegiatan ini, saya menganggap hal ini sebagai sesuatu yang positif dan memang sangat dibutuhkan di Pangkep.