Makassar Terkini
Masuk

Habaib dan Ulama soal Kasus Rizieq: Kental Sekali Warna Politisnya dan Penuh Kejanggalan

Terkini.id, Jakarta – Sejumlah habaib, ulama, tokoh Islam, serta pimpinan pesantren angkat suara soal proses hukum kasus Rizieq Shihab dkk terkait pelanggaran protokol kesehatan.

Mereka menyampaikan surat terbuka terhadap putusan pengadilan yang memidanakan Rizieq Shibab dkk tersebut.

Adapun pernyataan sikap terbuka itu, mereka ditujukan kepada segenap pejabat negara Indonesia yang bertanggung jawab dalam penegakan hukum.

Beberapa tokoh yang hadir dalam agenda itu, yakni menantu Rizieq, Muhammad Husein Alatas; Ketua PA 212, Slamet Maarif; Kuasa Hukum Rizieq, Aziz Yanuar; dan sejumlah ulama lainnya. 

“Setelah kami mengikuti dan mengamati jalannya persidangan IB HRS, ini kental sekali warna politisnya dan juga penuh kejanggalan,” ucap perwakilan ulama di masjid Baiturrahman Saharjo, Jakarta Selatan pada Selasa, 24 Agustus 2021, dilansir dari GenPi.

Mereka menilai, semua kasus protokol kesehatan yang didakwakan kepada Rizieq tidak masuk ranah hukum pidana, apalagi vonis penjara. 

Oleh karena itu, mereka memohon agar Rizieq dkk bisa bebas murni demi hukum tanpa syarat apa pun. 

Dalam kesempatan itu, mereka menyinggung soal pernyataan dari Rizieq Shihab, Habib Hanif Alathas, dan Dirut RS Ummi, dr Andi Tatat yang dipermasalahkan.

Adapun pernyataan itu berbunyi, “Alhamdulillah, Habib Rizieq sehat wal afiat/baik-baik saja” yang disampaikan ketiganya saat di RS Ummi.

Seperti diketahui, selama ini pernyataan itu dicap sebagai suatu kejahatan kebohongan dan membuat kerusuhan.

“Itu adalah hal yang mengada-ada dan merupakan pembodohan publik secara vulgar,” kata perwakilan.

Menurut mereka, pernyataan itu semata-mata bertujuan untuk mengklarifikasi berbagai berita hoaks di media sosial sejak 23-28 Desember 2020, yang mana Rizieq dikabarkan sakit parah dan kritis. 

Pernyataan sehat tersebut dikeluarkan untuk meredam dan menenangkan keresahan di kalangan ulama, habib, dan umat yang khawatir dengan akan keadaan Rizieq.