Habib Bahar Dahulukan Hukum Agama Dibanding Pancasila, Ade Armando: Ideologi Kaum Islamis Radikal

Terkini.id, Jakarta – Akademisi Universitas Indonesia Ade Armando mengomentari perihal pernyataan terdakwa kasus penganiyaan supir online Habib Bahar bin Smith.

Habib Bahar bin Smith sebelumnya mengatakan bahwa dirinya memilih untuk mendahulukan hukum agama dibanding hukum dan ideologi bangsa Indonesia.

Kendati demikian, Habib Bahar mengaku bahwa dirinya tetap menjunjung tinggi Pancasila.

Baca Juga: Ade Armando: Bolehkah Rizieq Dipukuli dan Wajahnya Dilumuri Kotoran karena...

Hal ini disampaikan Habib Bahar saat ditanyai majelis hakim pada sidang virtual di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa 18 Mei 2021.

“Habib memahami tentang hukum yang berlaku di Indonesia sekarang?” tanya majelis hakim ke Habib Bahar.

Baca Juga: Sindir Ade Armando, Politisi Demokrat: Gelarnya Doktor, dari UI Lagi,...

Habib Bahar pun menjawab dengan mengatakan bahwa baginya Pancasila harga mati.

“Yang mulia, bagi saya Undang-Undang 1945 itu harga mati, bagi saya konstitusi harga mati, bagi saya Pancasila harga mati,” jawabnya.

“Tetapi yang mulia, apabila hukum negara yang saya hormati dan hukum agama yang lebih lebih saya hormati itu bertentangan, maka pasti saya lebih mendahulukan hukum agama,” imbuh Habib Bahar.

Baca Juga: Sindir Ade Armando, Politisi Demokrat: Gelarnya Doktor, dari UI Lagi,...

“Karena bagi saya hukum agama di atas segala hukum walau pun tetap saya mengikuti hukum negara,” tegas Habib Bahar.

Menanggapi hal tersebut, Ade Armando menilai bahwa sosok seperti Habib Bahar memiliki ideologi islamis radikal.

Mengutip dari Netralnews, BAHKAN dirinya tak segan menyebut bahwa dengan adanya sikap yang dilakukan oleh Habib Bahar dapat menghancurkan negara Indonesia.

“Ini ideologi kaum Islamis Radikal. Hukum agama di atas Pancasila dan UUD 1945! Sikap inilah yang menjadi sumber kehancuran NKRI,” sindir Ade Armando.

Bagikan