Habib Rizieq Mengaku Dijebak Intelijen Busuk Indonesia, BIN: Itu Hoaks

Rumah habib Rizieq di Makkah yang terpasangi bendera mirip bendera HTI

Terkini.id, Makassar – Meskipun sudah dibebaskan oleh Pemerintah Arab Saudi, Habib Rizieq Syihab tetap curiga soal operasi intelijen yang membuat dia ditahan.

Menurut Rizieq, ada intelijen Indonesia yang diduga telah bergerak senyap untuk mencelakakan dirinya.

Aksi intel tersebut, membuat Rizieq didatangi polisi Saudi dan ditahan selama 28 jam.

“Ini permainan politik tingkat tinggi, jorok, kotor, biadab. Tapi kita tak usah khawatir,” terang dia melalui video klarifikasi yang beredar.

Rizieq menuding lagi, bahwa itu dilakukan oleh intelijen ‘busuk’ Indonesia, karena pemerintah Indonesia kalang kabut, hingga membuat operasi keji seperti ini.

Juru Bicara FPI, Munarman kepada wartawan, mengungkapkan, kepolisian Saudi tengah menyelidiki intelijen yang disebut Rizieq sebagai intelijen busuk itu.

“Karena operasi intelijen asing di wilayah hukum Saudi merupakan pelanggaran hukum serius. Pelakunya bisa dihukum pancung,” kata Munarman.

Seperti diketahui, yang membuat Rizieq ditahan di Saudi adalah, bendera hitam yang terpasang di tembok belakang kediaman Rizieq, di Mekah.

Soroti Foto Pemeriksaan

Habib Rizieq diduga diperiksa Kepolisian Saudi
Foto beredar yang menunjukkan Habib Rizieq diduga diperiksa Kepolisian Saudi

Selain itu, ada juga permasalahan yang disoroti Rizieq, yakni beredarnya foto dirinya saat sedang diperiksa polisi Saudi.

Baca :Serukan Aksi Bela Tauhid dari Mekkah, Habib Rizieq Dilaporkan ke Pemerintah Arab

Rizieq meminta Keamanan Saudi menyelidiki pemasang bendera dan pengambil foto dirinya itu.

“Habib Rizieq meminta Keamanan Saudi untuk menyelidiki pemasang bendera di dinding luar rumah beliau dan penyebar foto beliau saat berhadapan dengan aparat keamanan Saudi,” kata Munarman lagi.

Rizieq curiga, ada pihak yang membidiknya menggunakan kamera jarak jauh pada saat berhadapan dengan polisi Saudi.

Dikatakan Munarman, pihak Saudi bakal bergerak menyelidiki lokasi pengambilan foto tersebut, yakni berada di gedung sekitar lokasi Rizieq yang diperiksa polisi Saudi, Senin 5 November 2018 lalu.

“Pihak keamanan Saudi akan menggeledah gedung yang dicurigai sebagai tempat pengambilan foto. Pihak Saudi juga akan mengejar pelakunya,” kata dia.

Masih dari keterangan Munarman, dia bahkan mendapat info perihal pergerakan orang Indonesia di Saudi. “Info khusus, anggota lapangan Pejaten dikabarkan hari ini mereka akan meninggalkan Saudi,” kata dia.

Klarifikasi BIN

Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) selaku pihak yang dituduh oleh Rizieq Shihab, membantah bahwa pihaknya sebagai perekayasa ditangkapnya Rizieq oleh aparat Saudi.

Baca :Habis Perkara Cari Perkara

“Jadi tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi itu hoaks,” kata juru bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto.

BIN juga membantah tuduhan sebagaimana yang disampaikan akun Twitter Habib Rizieq (@IB_HRS), bahwa BIN menyewa kontrakan dekat kediaman Rizieq, mencopot CCTV, dan memasang bendera tauhid

“BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi, sebagaimana dilansir oleh Twitter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV. Semua cuma pandangan sepihak,” kata Wawan.

Bahkan BIN siap membantu Rizieq menghadapi masalah di Saudi, termasuk dalam kasus bendera tauhid yang mengakibatkan Rizieq ditahan tersebut.