Hadits Nabi yang Jadi Dasar UAS Soal Ceramah Patung Salib

Abdul Somad
Ustad Abdul Somad dilapor ke polisi atas dugaan penistaan agama. (Foto: Istimewa)

Terkini.id, Makassar – Ulama kondang, ustaz Abdul Somad menegaskan tidak punya niat untuk menghina atau menistakan agama lain.

Hal ini disampaikan ustaz yang akrab disapa UAS itu saat menyampaikan tausiyah di Masjid Agung Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa 20 Agustus 2019.

“Kalau diturunkan susah hati, tak sanggup ceramah. Apa enggak susah hati, nama awak sudah masuk mabes. Kenapa lancar aja ustaz ceramah sekarang? Macam enggak ada masalah aja kami tengok? Karena semangat orang-orang kita pun ikut bersemangat,” kata UAS di hadapan ribuan jemaahnya seperti dilansir dari vivanews.

UAS mengungkapkan, dia dalam ceramahnya beberapa tahun lalu tidak ada menyinggung soal patung salib.

Polemik tersebut sebelumnya berujung laporan terhadapnya di sejumlah tempat.

Dia mengaku cuma menjelaskan sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW.

“Saya berceramah dalam masjid, di tengah orang Islam orang bertanya tentang patung, saya jawab menurut hadis nabi. Dilaporkan,” jelas UAS.

Meski terancam dengan kasus itu, UAS mengaku tidak surut untuk terus menyiarkan agama Islam melalui ceramah.

UAS pun menegaskan, akan terus semangat untuk berdakwah.

“Semangat itu didapat dari para jemaah yang salat berjemaah dan zikir berjemaah yang banyak dilakukan umat muslim.

Hal itu untuk membangkitkan semangat, datang setan menggoda, datang hantu melemahkan jiwa, usir dengan takbir,” jelas UAS.

Namun, atas kasus yang menjeratnya, UAS meminta umat Islam tenang dan tidak terpancing. Ia menyampaikan hal ini, lantaran ditanya oleh seorang jemaahnya.

“Apakah kami boleh berjihad membela ustaz?” tanya salah seorang jemaah.

UAS pun merespons dengan jawaban yang bijak. Ia menekankan, dia tak melakukan kesalahan.

“Saya sebagai warga negara yang baik, saya tidak melakukan kesalahan, maka orang yang pakar hukum, pengacara akan melihat apakah Abdul Somad melanggar pengajian di ruang tertutup,” ujar UAS.

UAS mengungkapkan, ceramah membahas soal patung itu, sudah lama. Kemudian, pengajian digelar tertutup dan tidak terbuka, serta jumlah jemaah yang hadir tidak banyak. Namun, ia akan selalu bersikap adil menghadapi kasus tersebut.

“(Saya) menjawab pertanyaan di tengah umat Islam, menjelaskan akidah umat bukan di tvOne, bukan di televisi, bukan di tanah lapang, bukan menghujat dan mencela orang. Maka, kita bersikap adil, saya tidak mau melibatkan orang banyak,” tutur UAS.

Sejauh ini, UAS dilaporkan sejumlah pihak ke Kepolisian. Salah satunya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang melaporkan UAS ke Bareskrim Mabes Polri, Senin 19 Agustus 2019.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Mahasiswa Unhas Juara 1 Lomba Foto di Bali

Terkini.id, Bali - Mahasiswa Departemen Tekni Kelautan Fakultas Teknik, Muhammad Alif Alim Arifiki menjadi pemenang dalam lomba Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia XII Tahun 2019