Hakim PN Surabaya yang Kena OTT KPK Pernah Vonis Bebas Koruptor Rp119 M dan Disanksi Kode Etik

Terkini.id, Jakarta – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaeni Hidayat ditangkap dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadi subuh, 30 Januari 2022.

Selain Itong, KPK juga menangkap panitera pengganti (PP) M Hamdan juga terjaring.

Itong merupakan hakim senior, dengan pangkat Pembina Utama Muda (IV/c). 

Baca Juga: Tak Terima Ditetapkan Tersangka, Hakim PN Surabaya: Ini Omong Kosong

Melansir dari detikcom, Itong pernau menjadi hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Lampung, dan dia sempat mengadili mantan Bupati Lampung Timur Satono dengan nilai korupsi Rp 119 miliar dan mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya dengan nilai korupsi Rp 28 miliar. Saat itu Itong menjadi hakim anggota.

Hasilnya, pada 2011, Itong membebaskan Satono dan Andy. Di tingkat kasasi, akhirnya Satono dihukum 15 tahun penjara dan Andy dihukum 12 tahun penjara.

Baca Juga: Disebut Terima Suap Rp140 Juta, Hakim yang Kena OTT KPK...

Atas putusan bebas Satono dan Andy, Itong sempat diperiksa Mahkamah Agung (MA). Itong disebutkan terbukti melanggar kode etik dan diskors ke Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu. 

Itong melanggar Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Perilaku Hakim. Itong diputus terbukti melanggar Pasal 4 ayat 13 yang berbunyi:

Hakim berkewajiban mengetahui dan mendalami serta melaksanakan tugas pokok sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya hukum acara, agar dapat menerapkan hukum secara benar dan dapat memenuhi rasa keadilan bagi setiap pencari keadilan.

Baca Juga: Disebut Terima Suap Rp140 Juta, Hakim yang Kena OTT KPK...

Adapun dua hakim lain yang mengadili Satono dan Andy dinyatakan MA tidak bersalah secara etika.

Setelah hukuman skorsnya pulih, Itong berdinas lagi. Sebelum bertugas di PN Surabaya, ia sempat memegang palu di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Kini kabar mengejutkan datang lagi dari Itong. Namanya disebut kena OTT KPK.

“Bahwa pagi tadi sekitar pukul 05.00-05.30 WIB, KPK datang ke kantor PN Surabaya dan di dalam mobilnya dilihat ada Saudara Itong Isnaeni Hidayat SH MH, hakim PN Surabaya. Begitu pula informasi yang diterima nama panitera pengganti bernama Hamdan SH juga turut diamankan,” kata jubir MA hakim agung Andi Samsan Nganro saat dimintai konfirmasi, Kamis 20 Januari 2022.

KPK sendiri telah membenarkan OTT terhadap Itong.

“Benar, pada 19 Januari 2022, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya, Jawa Timur. Dalam kegiatan tangkap tangan tersebut, sejauh ini KPK mengamankan tiga orang. 

Di antaranya hakim, panitera, dan pengacara yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait sebuah perkara di PN Surabaya,” kata jubir KPK Ali Fikri.

Bagikan