Masuk

Soal Harga BBM Naik, Dokter Eva Pertanyakan BLT BBM

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan mendapat ragam respon.

Salah satu yang mengkritisi kenaikan harga BBM yakni dokter yang juga aktivis, Dokter Eva, yang dalam hal ini mempertanyakan mengenai dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM.

Dokter Eva mempertanyakan apakah dana BLT BBM akan mencukupi kehidupan rakyat kecil ditengah lonjakan harga-harga.

Baca Juga: 50.000 Buruh Demo Hari Ini di Depan Istana Akan Suarakan 6 Tuntutan

Dilansir Terkini.id dari akun media sosial Twitter pribadi Dokter Eva, Sabtu 3 September 2022, dia juga mempertanyakan mengenai dampak kenaikan harga BBM yang juga akan mempengaruhi harga kebutuhan pokok yang lainnya.

“BBM non subsidi sudah melonjak naik, pajak pembelian juga naik, sekarang BBM subsidi juga naik yakin harga sembaki dll tidak ikut naik?”, kata Dokter Eva.

“Apa bantuan BLT BBM yang diberkan akan mecukupi kehidupan rakyat kecil? Salah sasaran? Bukannya rakyat kecil juga ikut beli BBM subsidi walau naik?”, sambung Dokter Eva.

Baca Juga: Dokter Eva Soal Etnis Muslim Uighur Geruduk Kedubes RI di AS: Kami Juga Malu

Senada dengan Dokter Eva, mantan sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, juga mengkritik pemerintah terkait kenaikan harga BBM.

Dalam hal ini, Said Didu mempertanyakan mengenai alokasi dana APBN yang seharusnya diperuntukkan menanggung subsidi BBM, tetapi justeri dialihkan untuk membayar utang sekitar 35-40 persen pendapatan negara.

“Dana yang mana yang dialihkan pak? Yang terjadi adalah tidak kuat menambah subsidi untuk BBM karena dana APBN sebagian besar digunakan untuk cicilan utang (sekitar RP 800-900 triliun atau sekitar 35-40% pendapatan negara). Selain itu dampak melemahnya kurs rupiah”, kata Said Didu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan jika pemerintah telah berupaya untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia. Presiden Jokowi pun mengatakan bahkan harga BBM terjangkau dengan harga yang disubsidi.

Baca Juga: Babinsa Gendong Lansia ke Balai Desa untuk Terima BLT BBM

Presiden Jokowi menyampaikan jika subsidi akan dialihkan menjadi BLT BBM dan menaikkan harga BBM adalah keputusan terakhir pemerintah.

“Ini keputusan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran”, kata Presiden Jokowi.