Harga BBM Premium Batal Naik, Pertamina Belum Siap

Seorang pengendara motor kaget dengan kenaikan harga BBM jenis pertalite saat mengisi BBM di SPBU 74.923.03 Sinar Sukses Turatea, jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto/Syarief

Terkini.id, Jakarta – Istana akhirnya membeberkan alasan Presiden Jokowi memutuskan menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium pada Rabu 10 Okober 2018.

Staf Khusus Presiden bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika menjelaskan hal itu disebabkan Presiden Joko Widodo menginginkan ketelitian dalam mengambil kebijakan.

“Presiden selalu menghendaki kecermatan di dalam mengambil keputusan. Termasuk dalam menyerap aspirasi publik,” ucap Erani melalui keterangan resmi, Rabu 10 Oktober 2018.

Erani menyatakan ada tiga hal menjadi dasar batalnya kenaikan harga premium wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) dari Rp6.550 menjadi Rp7 ribu per liter, serta kenaikan dari Rp6.400 menjadi Rp6.900 per liter untuk kawasan luar Jamali.

Salah satu pertimbangannya adalah daya beli masyarakat. Erani mengungkapkan, kehidupan serta kemampuan masyarakat menjadi fokus Presiden sebelum mengambil kebijakan terutama berkaitan dengan kenaikan harga.

Menarik untuk Anda:

“Tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil. Fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar,” katanya.

Pertimbangan kedua adalah analisis Kementerian Keuangan tentang kondisi fiskal keseluruhan supaya kebijakan harga BBM tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal.
Erani menuturkan pertimbangan lainnya adalah perhitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terhadap harga minyak internasional.

“Presiden meminta Kementerian ESDM menghitung cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas keseluruhan,” katanya.

Hal ini disampaikan menyikapi dinamika kenaikan dan pembatalan harga premium. Awalnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyatakan harga premium resmi naik pukul 18.00 WIB di seluruh Indonesia.

Kenaikan, menurut Jonan, menjadi salah satu solusi membantu menahan pelemahan nilai tukar rupiah. Impor minyak selama ini memberi beban besar pada defisit transaksi berjalan dalam negeri.

Namun, sekitar satu jam setelahnya, Kementerian ESDM mengumumkan pembatalan kenaikan harga premium karena menunggu kesiapan PT Pertamina (Persero) selaku perusahaan minyak negara.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Siap-siap, Pekerja yang Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Dapat Insentif dari Sri Mulyani

Indonesia di Ambang Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Lebih Buruk dari Prediksi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar