Harga beras mahal, kepala daerah-mu ngapain aja?

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. /Nasruddin

Terkini.id – Di media sosial, seringkali membaca ada yang mengeluh bahwa harga beras mahal dan langsung menyalahkan Presiden RI.

Begitu ditanya apa nama daerahnya, nama pasarnya, alamat penjual berasnya, yang bersangkutan langsung hening, menghilang. 😀

Bukannya apa. Soalnya saya di Jakarta barusan makan siang seharga Rp 16.000 dapat sepiring nasi full; sayur pare; telur balado; tahu isi; kuah gulai ati-ampela; minumnya air putih gelas besar; dan penutup satu gelas kopi moka. Kira-kira mahal atau murah? 🙂

Jika di suatu daerah ada yang mengeluh beras mahal, jangan-lah buru-buru menyalahkan Presiden RI. Coba pikirkan dulu, kira-kira apa yang sudah dilakukan kepala daerah-mu? Gubernur, Bupati, Wali kota?

Sebagai contoh. Saya pernah diajak mendengarkan pemaparan Gubernur Sulawesi Selatan tentang apa yang dilakukannya untuk swasembada beras. Salah satu andalannya adalah mencetak sawah untuk diberikan kepada petani di wilayah yang masih memungkinkan.

Juga memperbaiki irigasi, mengintensifkan penyuluhan hingga bekerja sama dengan perbankan dan TNI. Hasilnya sungguh memuaskan, karena tercapai surplus beras yang bisa membantu kekurangan beras di daerah lain.

Alhasil, Sulawesi Selatan surplus stok beras hingga 82 ribu ton.

Ini contoh kinerja kepala daerah yang patut dipuji, diapresiasi, dibanggakan.

Jika ternyata masih ada masyarakat yang tidak mampu membeli beras, atau kekurangan makanan, maka itu beda lagi pembahasannya.

Tetapi tetap jadi masukan yang bagus untuk Kepala Daerah yang bersangkutan agar segera diatasi.

Jadi, bila ada yang mengeluhkan harga beras di daerahnya mahal, maka terlebih dahulu tanyalah kepada kepala daerahnya masing-masing. Apa yang telah dilakukan untuk mengatasinya? Atau jangan-jangan keluhanmu itu hanya hoax demi memuaskan nafsu nyinyirmu?:D

Berita Terkait
Komentar
Terkini