Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Helmi Felis menanggapi pernyataan Presiden Jokowi soal BBM Jenis Pertalite akan mengalami kenaikan harga seperti negara lain.
Helmi Felis melalui cuitannya di media sosial Twitter yang dilihat pada, Senin 11 Juli 2022, menyebut bahwa menaikkan harga BBM bukanlah solusi.
Sehingga, dengan adanya kabar Presiden Jokowi akan menaikkan Harga Pertalite, Helmi Felis pun lantaran meminta untuk membuang Ahok dari Pertamina.
Selain itu, Helmi Felis menyarankan untuk merampingkan rezim karena dinilai terlalu boros dalam hal anggaran.
Menurut Helmi Felis, dengan memangkas hal yang tidak membawa profit untuk negara dan menghentikan bagi jabatan, maka kemungkinan harga akan stabil.
- Helmi Felis ke Jokowi: Bukan Percuma Pak! Tuanya Nanti Jadi Penipu, Umbar Janji Boro-Boro Ditepati
- PPP Dukung Ganjar Melaju di Pilpres 2024, Akun Helmi Felis Singgung Lambang Ka'bah: Memalukan
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Helmi Felis Sebut Anies Baswedan Tercatat Sejarah: Kakek Sampe Neneknya Frontliner!
- Ahmad Nuril Sebut Anies Pemimpin Ibu Kota Sukses, Helmi Felis: Mau Cari yang Gimana Lagi?
“Ini bukan solusi pak @jokowi. Rampingkan rezim, terlalu banyak buang uang yang gak perlu, pangkas semua, hentikan bagi jabatan”, cuit Helmi Felis.

Pegiat media sosial ini lantaran meminta kepada pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM, karena menurutnya, dampak terbesarnya adalah menyulut emosi rakyat.
“Jangan naikkan harga segitu, rakyat bisa ngamuk, buang Ahok dari Pertamina”, ujarnya.
Tak sampai disitu, Helmi Felis juga mengingatkan soal penyerbuan rumah presiden di Sri Lanka, dia menyampaikan untuk tidak mendengar agen asing yang dapat menjerumuskan.
“Ingat SRI LANK! Jangan dengar agen asing disamping mu menjerumuskan”, imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa harga Pertalite Rp.7.650 akan naik seperti negara lain yakni menjadi Rp 31.000 per liter.
Hal ini disampaikan Jokowi sebagai bentuk peringatan pembelian Pertalite menggunakan aplikasi untuk tidak jebol, sehingga harganya bisa tetap bertahan.
Namun, jika subsidi melebihi kuota, maka besar kemungkinan harga pertalite akan naik mengikuti harga negara lain yakni Rp. 31.000 per liternya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
