Hari Guru, BPJS-TK Beri Perlindungan untuk Para Honorer di Sulsel

Penyerahan secara simbolik BPJS Ketenagakerjaan yang dihadiri Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo (kiri).(ist)

Terkini.id, Makassar – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan ikut memberikan perhatian kepada para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’, yakni guru.

Perhatian tersebut terutama bagi mereka yang berstatus non Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau lazim disebut guru honorer.

Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, 4.603 guru honorer lingkup SMA, SMK dan SLB di Kota Makassar telah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2018.

Jumlah ini akan meningkat menjadi lebih dari 10 ribu. Saat ini, proses pendataan masih dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel untuk selanjutnya didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Asri Basir mengatakan kerja sama pihaknya bersama Disdik Sulsel telah dilakukan sejak bulan Oktober 2018.

Menarik untuk Anda:

Tak hanya guru honorer, seluruh pegawai non ASN Disdik Sulsel juga mendapat jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Mereka akan mendapat dua jaminan, JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian). Saat ini baru 4 ribu, nanti menyusul 5 ribu lebih, totalnya sekitar 10 ribu pegawai termasuk guru honorer,” katanya, usai menghadiri upacara peringatan Hari Guru Nasional, di Kantor Disdik Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan Makassar, Senin 26 November 2018.

Dia melanjutkan proses pembayaran langsung dilakukan Disdik Sulsel ke BPJS Ketenagakerjaan.

Tarif iuran yang dibayarkan sebesar 0,24 persen untuk JKK dan 0,30 persen untuk JKM dari dasar upah yang dilaporkan.

“Saat ini, Disdik membayar sekitar Rp.24,865 juta untuk 4.603 guru honorer dan Rp.715 ribu bagi 53 pegawai kontrak. Seperti tadi, kita bayarkan klaim satu orang pegawai Disdik yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja (JKM) sebesar Rp24 juta,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menambahkan kerja sama ini sebagai bentuk perhatian dan pemenuhan hak bagi pegawai non ASN.

Serta menjalankan Undang Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

“Kami yang bayarkan langsung iuran mereka, ini sebagai bentuk perlindungan guru honorer. Selain berupaya meningkatkan kesejahteraan dengan intensif honorer. Kami akan membuatkan mereka kartu honorer,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tengku Zulkarnain Ubah Bio di Medsos: Orang Main Seruduk, Itu Tandanya Kalap

Soal Kerumunan Rizieq Shihab, Abu Janda: Negara Jangan Kalah Sama Preman Bergamis Sorban

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar