Hari ini Kapal Pinisi resmi masuk UNESCO. Ini dia tim penyusunnya

Tomy Satria Yulianto yang mengikuti sidang menyampaikan selamat untuk masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan dan Indonesia atas penetapan ini. Menurutnya upaya mendorong Pinisi menjadi warisan budaya takbenda telah berhasil.

TERKIN. id, Makassar – Indonesia adalah negara yang sangat kaya di bidang warisan budaya, adat, tradisi, kesenian dan kearifan lokal. Indonesia yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke adalah surga bagi pecinta dan pemerhati kebudayaan.

Setiap tahun jutaan wisatawan berkunjung ke Indonesia berlibur menikmati keindahan alam dan pesona budaya yang unik. Salah satu daerah yang kerap dikunjungi wisatawan, baik mancanegara maupun domestik adalah Bulukumba Sulawesi Selatan. Bulukumba begitu terkenal dengan pasir putih Tanjung Bira, Adat Kajang, dan Kapal Pinisinya serta objek wisata lainnya.

Hari ini, Kamis (7/12/2017) menjadi kabar gembira bagi masyarakat Indonesia, Sulawwesi Selatan dan Bulukumba pada khususnya sebab Kapal Pinisi mendapat pengakuan sebagai Warisan Dunia dari UNESCO.

Pengakuan ini tidak muncul begitu saja tanpa melalui proses yang berkepanjangan. Diketahui pada tahun 2014 lalu di Hotel Santika Makassar, 30 Oktober hingga 2 November 2014 dilakukan workshop Perahu Pinisi Menuju Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Salah satu penyedia data penyusun naskah yang sempat dihubungi MAKASSAR TERKINI adalah Andika Mappasomba. Menurut Andika, Ia bersama dengan beberapa orang lainnya ikut dalam workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Baca :Ini Kronologi Tersesatnya Lima Pendaki di Gunung Sapo Bintoeng Bulukumba

“Kami mengikuti workshop ini waktu itu dengan tujuan untuk menyiapkan naskah nominasi Perahu Pinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO”, ujar Andika.

Disebutkan Andika nama-nama dari Kabupaten Bulukumba yang ikut langsung dalam menyiapka n naskah nomonasi tersebut masing-masing dari kalangan Pemda setempat, Budayawan dan Pengusaha Pinisi sendiri. Di sini ada Bupati Bulukumba, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba, Kepala Dinas Kehutanan Bulukumba, Mahrus Andis (Budayawan), Camat Bontobahari, Baso Muslim (Pengusaha Perahu Pinisi), Jafar Palawang (Pengusaha Perahu Pinisi) Andika Mappasomba (Budayawan)

Dikatakan Andika mendapat kabar jika Pinisi masuk sebagai Warisan Dunia dari UNESCO, dirinya berucap syukur, rasa haru dan bangga dengan ditetapkannya.

“Syukur Alhamdulillah. Akhirnya setelah melewati proses yang panjang Kapal Pinisi diakui oleh UNESCO hari ini sebagai warisan dunia. Ini adalah kabar gembira dan haru”, ujarnya.

Andika berharap semoga pejuang proses tak dilupakan. Semoga Pemkab mempercepat pembangunan Museum Pinisi sebagai ruang menengok sejarah dan ruang pendidikan.

“Kami berharap semoga Pemkab merumuskan regulasi untuk menyejahterahkan para pengrajin Pinisi serta pantai Tanah Beru, lokasi pembuatan perahu Pinisi dijaga kebersihannya”, tutup Sastrawan dan Budayawan ini kepada MAKASSAR TERKINI.

Baca :Satpol PP sembelih dua ekor kambing yang berkeliaran di tempat umum

Echa Panrita Lopi