Hari Lingkungan Sedunia, Bro Rivai Kritik Reklamasi CPI

Abdul Rivai Ras (Bro Rivai)

Terkini.id, Jakarta – Hari Lingkungan Sedunia yang jatuh tanggal 5 Juni 2018 mendapat perhatian dan sambutan tersendiri oleh pemerhati politik, keamanan dan pembangunan, Abdul Rivai Ras yang akrab disapa Brorivai, tentang pentingnya mengatasi keamanan lingkungan dan ekosistem kita.

Salah satu isu menonjol dan menjadi pembahasan momentum hari lingkungan ini adalah terkait isu adanya kerusakan lingkungan sebagai akibat reklamasi di lahan mega proyek Centre Point of Indonesia (CPI), di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Dampak dari reklamasi ini tentunya merubah struktur pantai yang tadinya terbuka menjadi tertutup dari akses keterhubungan dengan laut lepas, dan ini juga menimbulkan adanya pendangkalan dan perubahan warna air laut yang cenderung keruh dan diselimuti limbah sampah yang beracun,” ungkap Founder BRORIVAI Center dalam acara diskusi rutin di kantor jaringan R & R BRC, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Bro Rivai : Pemerintah dan Pengembang Harus Mengantisipasi Resiko Bencana Gangguan Keamanan lingkungan

Dalam diskusi ini, Brorivai membahas pentingnya transparansi analisis dampak lingkungan (Amdal), rencana kelola lingkungan (RKL), dan rencana pemantauan lingkungan (RPL) reklamasi dan pembangunan infrastruktur di atas lahan proyek CPI tersebut, menyusul adanya sejumlah laporan mengenai pembangunan CPI yang melanggar aturan, termasuk isu perijinan reklamasi yang dinilai cacat prosedural oleh sejumlah pihak.

“Saat ini, yang penting harus dilakukan oleh pemerintah bersama pengembang adalah mengantisipasi resiko bencana terhadap terganggunya keamanan lingkungan seperti adanya penghancuran ekosistem dan pengambilan sumber pasir urugan yang sistematis, merusak tata air di wilayah pesisir dan munculnya pembusukan dan comberan yang berakibat kematian ikan/biota laut dan pencemaran lainnya,” kata Pendiri Universitas Pertahanan ini.

Karena itu, menurut Bro Rivai keterlanjuran proyek yang sudah berlangsung selama ini tidak akan mungkin set back lagi.

“Ke depan yang harus dikedepankan secara paralel adalah melakukan restorasi lingkungan dengan membenahi pencemaran dan mencegah kerugian dan gangguan keamanan lingkungan yang lebih luas, serta peran pemerintah untuk menegaskan kembali mengenai jaminan hak untuk bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan yang kebih baik dan sehat bagi semua warganya,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Imbas Corona, Menteri Sofyan Rapat Lewat Video Conference dengan Kakanwil ATR/BPN Sulsel

Hotman Paris Ajak Anggota DPR Sumbang Gaji untuk Beli Beras Demi Tolong Masyarakat

Lagi, Beredar Video Warga di Jakarta Jatuh Pingsan dan Tak Sadarkan Diri

Zulkiflie Marauni, ASN Pejuang yang Rajin Salat Berjemaah di Masjid

Pengakuan Pasien Corona, Awalnya Anggap Remeh Hingga Akhirnya Jatuh Pingsan dan Positif

Berikut Nama 20 Dokter yang Gugur Akibat Corona

Balai Kota Makassar Ditutup, Iman Hud: Kita Terapkan Protokol Penanganan Covid-19

Dokter Marhaen: Ketidakjujuran Pasien Berdampak Tingginya Angka Kematian Medis

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar