Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa SD di Takalar Disambut Pagar Tersegel

Siswa SD Takalar
Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa SD di Takalar Disambut Pagar Tersegel. (foto/terkini.id)

Terkini.id, Takalar – Hari pertama masuk sekolah, siswa sekolah dasar di SD No 99 Kampung Beru, Desa Pa’la’lakkang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, disambut dengan pagar sekolah yang tersegel, Senin, 16 Juli 2018.

Salah satu siswa bernama Rasul yang duduk di bangku kelas 6 mengaku kaget bercampur kecewa saat ia tiba di depan pintu sekolahnya dalam kondisi tertutup dan penuh dengan tumpukan ranting bambu ditambah spanduk penyegelan.

“Saya sangat kaget melihat pintu sekolah ku tersegel, padahal ini hari pertama kita masuk sekolah setelah libur panjang” jelas Rasul.

Rasul menambahkan bahwa dirinya kecewa lantaran di hari pertama masuk sekolah justru disambut dengan pintu sekolah dalam kondisi penuh ranting bambu dan tumpukan bangku.

“Saya merasa kecewa lantaran dari rumah saya semangat menuju sekolah, pas tiba di depan pintu sekolah justru yang saya dapati pintu sekolah dalam kondisi penuh ranting bambu dan tumpukan bangku,” tambah Rasul.

Kepala SD no 99 kampung Beru, Siti Hasma ikut kaget

Sementara itu, Kepala SD no 99 kampung Beru, Siti Hasma, yang juga tiba di sekolah tersebut mengaku kaget lantaran mendapati pintu sekolah dalam kondisi di segel.

Siti Hasma menuturkan bahwa penyebab disegelnya sekolah tidak diketahui pasti lantaran dirinya baru pertama kali menginjakkan kakinya di sekolah tersebut. Siti Hasma sendiri adalah kepala sekolah yang baru hari ini bertugas.

“Saya tidak tahu apa masalahnya sehingga disegel, karena saya juga pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini, itu sebagai kepala sekolah yang baru,” jelas Kepala SD No 99 Kampung Beru ini.

Penutupan sekolah ini, diduga bermula saat kepala sekolah yang lama digantikan dengan kepala sekolah yang baru, dimana pihak keluarga dari kepala sekolah yang lama tidak menginginkan kalau kepala sekolah tersebut digantikan.

Penyegelan itu dilakukan atas dasar Hak kepemilikan tanah yang ditempati sekolah, di mana salah satu ahli waris dari Cole dengan Banting bin Motta bernama Nawang, mengaku bahwa tanah tersebut adalah milik neneknya yang dipinjamkan ke pemerintah dengan status Hak Pakai.

“Ini tanah miliknya nenek saya, makanya saya menyegelnya karena pemerintah tidak pernah mau ganti rugi,” tutur¬† Nawang.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Palopo

KKS Kabupaten Bone Kagumi UPTD dan TPA Mancani.

Terkini.id. Palopo - Setelah menghadiri penyambutan diruang Pola Kantor Walikota Palopo, Rombongan Kabupaten Kota Sehat (KKS) Kabupaten Bone melakukan kunjungan di beberapa tempat sekairan