Hasanuddin, pemilik bengkel yang gratiskan biaya ganti oli untuk pembaca Alquran

Hasanuddin di dalam bengkelnya, Rabu 6 April 2018 (terkini.id/Utami Istianah)

Terkini.id, Makassar – Bengkel Remaja Motor 212 yang dirikan oleh Beta Hasanuddin (46) sejak 2014 lalu, sebenarnya tidak jauh berbeda dari bengkel yang pada umumnya.

Bengkel yang terletak tak jauh dari Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar itu, banyak dilumuri sisa oli yang hitam pada lantai, dan ramai oleh berbagai perlengkapan bengkel lainnya.

Namun, yang membuatnya berbeda adalah, sederhana tersebut tidak disangka sudah membuat setidaknya 278 orang mengaji.

Bengkel tersebut berada di Jalan Aroepala, Hertasning Baru.

Ternyata, suami dari Rahmatillah (40) dan Ayah dari 6 orang anak tersebut, membuka layanan servis, ganti ban dalam dan ganti oli secara gratis.

Syaratnya adalah, pengunjung harus siap mengaji Al-Quran 1 juz selama 1 jam.

Hasanuddin mengungkapkan alasannya menggratiskan layanan untuk pengunjung yang membaca satu juz Alquran selama sejam.

“Saya awalnya termotivasi dari banyaknya orang untuk berbuat amal dengan berbagai cara, salah satunya membaca AlQuran,” ceritanya, saat ditemui terkini.id, Jumat 6 April 2018.

Dari motivasi tersebut, dia akhirnya mencetuskan ide itu dengan tujuan semata hanya untuk beribadah dan mengajak orang lain untuk merasa dekat dengan AlQuran.

“Serta mengingatkan orang lain tentang dunia dan akhirat,” jelas dia.

Hasanuddin mengaku tidak takut rugi karena menurutnya, dengan berbagai akan ada saja rezeki yang datang.

Setiap harinya ada sekitar dua hingga tiga  pelanggan bengkel yang telah mengaji dan menikmati layanan gratis tersebut.

Menurut pengakuan Hasanuddin, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa dari berbagai universitas, pelajar, bahkan dosen dan berbagai profesi lainnya.

Jumlah karyawan Hasanuddin sebanyak 3 orang, yang biasa membantunya untuk melayani pelanggan. Hasanuddin beserta istrinya memantapkan diri untuk tinggal di rumahnya dan terasnya dijadikan sebagai bengkel untuk melayani pelanggan.

Hasanuddin masih mempertahankan untuk terus menjalankan bengkelnya. Karena menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu amalan untuk selalu bersedekah dengan istiqamah. Dia juga selalu merasa ada ketenangan ketika melakukan hal tersebut.

Mendirikan bengkel dengan layanan gratis bersyarat mengaji tersebut akan terbuka untuk selamanya. Itu karena Hasanuddin berniat untuk selalu menjalin silaturahmi.

Dengan menjalankan bengkel itu sesuai idenya tersebut, Hasanuddin bisa terus menjalin silaturahmi dan saling mendoakan sesama pelanggannya.

Berita Terkait