Hati-hati, Ini 6 Hal Penting yang Harus Anda Ketahui Sebelum Berinvestasi

Investasi
Ilustrasi Investasi

Terkini.id – Salah satu cara untuk mendaptkan keuntungan adalah investasi. Adapun jenis usahanya, sebaiknya Anda berhati-hati sebelum kerugian malah menimpa Anda.

Berinvestasi pada usaha dengan sistem bagi hasil memang terdengar menggiurkan. Tapi dibalik janji muluk tersebut terdapat beberapa poin penting yang harus diwaspadai sebelum Anda terlanjur tertarik untum menginvestasikan usaha Anda pada sistem jenis ini.

1. Menjanjikan tingkat keuntungan yang pasti atas nilai investasi.

Jika tawaran itu menjanjikan tingkat keuntungan yang pasti atas nilai investasi Anda, sudah jelas investasi itu tidak menggunakan pola bagi hasil. Pasalnya, bagi hasil memberikan pembagian keuntungan yang belum dapat diketahui sampai usahanya selesai.

2. Tetap menjanjikan walau usahanya merugi.

Jika investasi tetap menjanjikan pembagian keuntungan walau usahanya merugi, besar kemungkinan ini adalah money game. Darimana pengusaha akan membayar keuntungan jika usahanya saja rugi? Jangan-jangan, itu dari modal yang masuk sesudah kita.

Kalau hal tersebut benar, bisa jadi uang yang akan kita tanamkan tidak digunakan untuk usaha itu. Tapi dijadikan pembayaran keuntungan untuk pemodal sebelum kita.

Baca :OJK telah memberhentikan 48 kegiatan investasi bodong, masyarakat perlu hati-hati

3. Jaminan modal kembali.

Jaminan modal kembali juga bika ciri-ciri usaha bagi hasil. Karena sesungguhnya, pemodal juga memiliki resiko jika usahanya merugi terus-menerus sampai modalnya habis.

4. Perbandingan prediksi dengan harga pasar.

Boleh-boleh saja jika pengusaha memberikan prospehtus yang berupa prediksi keuntungan yang akan diperoleh. Tapi sekali lagi itu Cuma perkiraan, tidak boleh menjanjikan.

Cek kembali angka-angka pada prospektus dengan harga pasar yang berlaku sekarang. Jika perbedaanya terlalu jauh, berarti prediksi itu terlalu mengada-ada. Buatlah prediksi sendiri dengan versi Anda agar dapat memperkirakan apakah usaha yang dijalankan bisa menguntungkan.

5. Pembukuan yang transparan.

Ini menjadi salah syarat utama dalam sistem bagi hasil. Bagaimana kita bisa tahu berapa keuntungan yang menjadi hak kita jika pembukuannya tidak transparan.

Pengusaha harus memberikan laporan pada pemodal mengenai jalannya usaha secara berkala atau setidaknya setiap satu siklus usaha.

6. Keterbatasan penyerapan modal.

Kemampuan dan skala usaha yang dimiliki pengusaha pastilah terbatas. Oleh karena itu pengusaha yang menawarkan investasi harus juga dapat menghitung berapa batasan modal yang dapat di serapnya. Misalnya, tanah yang dia miliki untuk menanam terbatas. Maka dari itu, modal yang diperlukan juga menjadi terbatas.

Baca :Investasi Arab Saudi di Sulsel sudah mencapai Rp 30 miliar

Tapi, kalau pengusaha terus-menerus menerima modal tanpa adanya batasan, itu berarti uang investor tidak dijadikan modal kerja, tapi digunakan untuk hal lain yang tidak sesuai dengan pejanjian.

Artikel ini telah terbit di Majalah Makassar Terkini