Hati-hati, penyakit Difteri mengancam jiwa anak

Hati-hati jika anak terkena penyakit difteri, segera periksakan ke dokter (Foto : Istimewa)

TERKINI.id, – Indonesia adalah negara yang memiliki kasus luar biasa bermasalah untuk penyakit difteri. Sejak tahun 2011 sampai tahun 2016, menempatkan Indonesia urutan ke-2 setelah India untuk kasus penyakit ini.

Tercatat dari tiga ribu lebih kasus difteri sebanyak hampir 4% meninggal dunia atau sekitar 110 orang. Hampir 90% penderita umumnya tidak memiliki riwayat difteri sebelumnya.

Seberapa bahayakah penyakit ini?

Difteri adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan serta dapat mempengaruhi kulit dan sangat menular karena termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Penyebabnya bakteri Corynebacterium diphtheria, dan menyebar dengan mudah terutama yang tidak mendapatkan vaksin difteri.

Cara penyebarannya melalui percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Bisa juga melalui barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk mandi.

Penularan juga bisa terjadi saat bersentuhan langsung pada luka borok akibat difteri di kulit penderita. Terutama terjadi di daerah yang padat penduduk dan kebersihan tidak terjaga.

Bakteri difteri menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan sehingga akhirnya menjadi sel mati yang akan membentuk membrane tipis warna abu-abu di tenggorokan.

Salah satu gejala difteri munculnya lapisan tipis berwarna abu-abu di tenggorokan

Racun yang dihasilkan ini juga berpotensi menyebar ke aliran darah dan merusak jantung, ginjal dan sistem saraf.

Gejala yang ditimbulkan sejak bakteri masuk ke dalam tubuh muncul 2 hingga 5 hari masa inkubasinya.

– Demam dan menggigil
– Dalam tenggorokan dan amandel terbentuk lapisan tipis berwarna abu-abu
– Sakit tenggorokan dan suara serak
– Sulit bernafas dan menghasilkan nafas yang cepat
– Terjadi pembengkakkan kelenjar limfe pada leher
– Terasa lemas dan kelihatan lelah
– Pilek yang awalnya cair tapi kemudian mengental dan bercampur darah.

Penyakit ini dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka borok yang akan sembuh dalam beberapa bulan yang menimbulkan bekas pada kulit.

Jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter secepatnya untuk mencegah komplikasi.

Penderita yang tidak segera diobati akan berefek komplikasi serius karena racun bakteri difteri ini dan dari sekian kasus menyebabkan kematian bagi anak-anak.

Komplikasi penyakit difteri ini antara lain :

1. Terbentuknya membran abu-abu dalam tenggorokan akibat sel-sel yang mati karena toksin yand diproduksi bakteri difteri akan membuat pernafasan terganggu. Partikel-partikel membrane abu-abu ini dapat luruh dan masuk ke paru-paru, sehingga memicu peradangan pada paru-paru yang bisa menyebabkan gagal nafas.

2. Selain paru-paru, toksin difteri berpotensi masuk ke jantung dan menyebabkan peradangan otot jantung yang bisa membuat detak jantung tidak teratur, gagal jantung dan kematian mendadak.

3. Toksin yang menyebabkan penderita mengalami masalah sulit menelan, masalah saluran kemih, kelumpuhan pada diafragma sehingga pasian kesulitan bernafas dan harus dibutuhkan alat bantu pernafasan. Toksin difteri bisa menyebabkan kerusakan saraf.

4. Pendarahan yang parah dan gagal ginjal jika penderita mengalami difteri yang sangat parah.
Penderita difteri yang mengalami komplikasi ketika infeksi sembuh dianjurkan untuk tetap di rawat di rumah sakit hingga 1,5 bulan.

Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi terhadap difteri dan imunisasi ini termasuk dalam program wajib pemerintah Indonesia. Biasanya disertakan bersama imunisasi lain pada anak-anak. Sebelum usia 1 tahun anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DTP.

Umumnya imunisasi ini bisa melindungi anak terhadap difteri seumur hidup.