Heboh, ‘Buaya Berkalung Ban Motor Bekas’ Tak Ketemu, Kini Hadir ‘Roti Buaya Berkalung Ban’ di Palu

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Roti buaya berkalung ban, Toko Roti Kota Palu. (Foto: Medcom.id)

Terkini.id, Palu -Seiring hebohnya pencarian buaya berkalung ban bekas di Sungai Palu akibat ban motor bekas yang melilit di lehernya, Afuy produsen toko roti terkenal terletak di Jalan RE Martadinata Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) memanfaatkan kehebohan dengan memunculkan roti unik.

Inovasi tersebut kini hadir untuk memanfaatkan peluang ekonomi, hal ini karena hebohnya berita media penyelamatan buaya berkalung ban bekas motor itu tak kunjung ditemukan.

Penyelamatan buaya berkalung ban terus dilakukan, Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng juga menggelar sayembara terbuka hingga menjadi perhatian dalam pemberitaan media asing.

Sejak 2016 lalu, penyelamatan buaya berkalung ban sudah dilakukan, sayembara BKSA pun dihentikan karena tak ada pihak yang ikut serta, hingga saat ini buaya berkalung ban yang memiliki ukuran panjang 4 meter tak kunjung memunculkan diri.

Buaya berkalung ban bekas motor, di Sungai Palu. (Foto: DetikNews)

Upaya penyelamatan buaya berkalung ban terus menarik perhatian. Dua ahli reptil Australia, Matt Wright dan Chris Wilson juga ikut membantu pencarian buaya berkalung ban tersebut.

Pada penyelamatan dengan menyusuri Sungai Palu dengan beberapa upaya dilakukan: memasang perangkap, jala, menggunakan ayam sebagai pancingan melalui drone bahkan menggunakan harpun.

Masyarakat juga beramai-ramai menghadiri dan menonton dari tepi Sungai Palu pada penyelamatan buaya yang dilakukan oleh Tim BKSDA, penonton pun menjadi kendala dalam upaya penyelamatan buaya ini.

Akibat pencarian buaya berkalung ban bekas tak kunjung ketemu, Afuy kemudian terinspirasi dan memanfaatkan momen untuk mewujudkan inovasi roti buaya berkalung ban.

Ide dan inspirasinya muncul sejak hebohnya penyelamatan dan sayembara buaya, dan inovasinya kini mendapat respon positif dari warga, warga khususnya Kota Palu kemudian beramai-ramai mengincar roti ini.

“Sejak Oktober 2012 mulai produksi roti buaya. Waktu itu belum ada kalungnya. Nanti adanya buaya beneran di Sungai Palu berkalung ban viral. Karena itu, roti buaya kami kalungi ban juga tapi yang ban bisa makan. Alhamdulillah sangat laku, bahkan cepat habis,” kata pemilik toko Abraham, seperti dilansir dari Detik.com, Kamis, 20 Februari 2020.

Jika dilihat dari bentuknya pun, tidak perlu takut, karena buaya berkalung ban ini hanyalah sebuah roti yang berkesan unik. Roti ini bisa langsung disantap tanpa menyakitkan.

Harga roti ini pun bervariasi, tergantung ukurannya, sesuai keinginan pemesan menginginkan ukurannya, namun toko roti telah menyediakan roti dengan berukuran 1 meter.

Komentar

Rekomendasi

Cegah Covid-19, Ada Tameng Di SPKT Polres Gowa Saat Pelayananan

Polda Kalbar All Out Cegah Penyebaran Wabah Coronavirus

Tim Gabungan TNI-Polri Dan Satpol Kabupaten Gowa Patroli Bersama Guna Cegah Penyebaran Covid-19

Hari Ke-2 PMI Sinjai di Tellu Limpoe, Ini 4 Desa yang Disemprot Desinfektan

Cegah Virus Corona, Polres Bulukumba Semprotkan Disinfektan Jalan Utama Pakai Mobil Water Canon

Mahasiswi Fakultas Pertanian Unhas Meninggal di Rusunawa Blok B 2

Bersama Warga, Kades Tunikamaseang Membuat Posko Anti Virus Corona

Pihak Yatim Mandiri Makassar Bersama HMJ Teknik Informatika UINAM, Lakukan Penyemprotan Cegah COVID-19

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar