Heboh ‘Kelas Orgasme’ di Bali, MUI Singgung LGBT dll: Ini Bertentangan dengan Budaya dan Agama!

Terkini.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Anwar Abbas baru-baru ini menanggapi bisnis ‘Kelas Orgasme’ di Bali. 

Dalam keterangannya ketika dikonfirmasi, ia tampak tak setuju dengan bisnis tersebut karena menurutnya, itu tidak sesuai dan bertentangan dengan budaya Indonesia.

“Ini tidak sesuai dengan budaya kita,” buka Waketum MUI Anwar Abbas sebagaimana dikutip terkini.id dari detikcom pada Sabtu, 8 Mei 2021.

Baca Juga: Komentar Pedas Anwar Abbas kepada Pembuat Soal TWK KPK: Otaknya...

“Jadi mereka menciptakan sesuatu yang baru yang bertentangan dengan budaya dan agama,” sambungnya. 

Menurut Anwar, seksualitas merupakan sesuatu yang fitrah sehingga tidak perlu diajarkan ke masyarakat.

Baca Juga: Anwar Abbas: Pemimpin Syiah Iran Prediksi Muhammadiyah-NU Akan Pimpin Kejayaan...

Selain itu, ia juga tak melihat adanya kecocokan antara ‘kelas orgasme’ dan budaya bangsa Indonesia.

Anwar pun khawatir ‘kelas orgasme’ justru akan menjadi wadah untuk berbuat maksiat, salah satunya LGBT.

“Kan bisa orgasme dilakukan secara sesama jenis, yang kedua juga bisa berganti-ganti pasangan, ganti-ganti suasana, tukar-menukar pasangan,” imbuh Anwar.

Baca Juga: Sindir Israel Setujui Gencatan Senjata, Anwar Abbas: Gak Bisa Dipercaya

“Jadi, kebahagiaan itu kan adanya itu di hati, saling pengertian di antara dua pihak dan melihat hubungan seksual itu bagai sesuatu yang suci, sesuatu yang mulia, hubungan seksual itu dilakukan di dalam hubungan yang resmi, yang halal, sehingga akan diberkahi oleh Allah. Kalau diberkahi, akan diberikan nikmat,” lanjutnya panjang lebar. 

Sebagai informasi, sebelumnya diberitakan bahwa acara ‘kelas orgasme’ tersebut ditawarkan melalui situs eventbrite.com dengan tagline ‘Tantric Full Body Orgasm’.

‘Kelas orgasme’ itu menawarkan harga 20 euro dan akan dilaksanakan pada 8 Mei 2021 ini pada pukul 10.00-18.00 WITA.

Dari informasi yang beredar, acara itu rencana dilaksanakan di Karma House Tattoos, tepatnya di Jalan Penestanan Nomor 8, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

Dalam penawaran yang ditulis melalui situsnya, kelas orgasme itu juga akan dibuatkan video.

Lalu nantinya video yang dibuat akan digunakan untuk memasarkan acara tersebut di Eropa.

Terbaru, pihak kepolisian sudah mengecek ke lokasi dan saat dicek, lokasi tersebut ternyata telah tutup sejak masa pandemi Covid-19 dan saat ini sedang direnovasi.

“Yang di lokasinya itu sudah tutup sejak pandemi Covid-19 ini. Kemudian di lokasi tersebut juga itu sedang renovasi juga, jadi tidak ada buka. Itu hasil pengecekan (dan) koordinasi dengan owner-nyalah,” ungkap Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana.

Bagikan