Heboh Pernikahan Sesama Wanita di Sulsel, Mempelai Pria Dijerat Pasal Pemalsuan Identitas

Terkini.id, Soppeng – Warga di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan pernikahan diduga sesama wanita yang terjadi di wilayah tempat tinggal mereka.

Kedua mempelai yang merupakan pasangan kekasih itu diduga melakukan pernikahan tanpa diketahui pemerintah desa setempat.

Adapun identitas kedua mempelai tersebut diketahui berinisial MS dan MT. Keduanya diduga merupakan seorang wanita.

Mendapat laporan terkait peristiwa itu, kepolisian setempat langsung turun tangan melakukan penyelidikan.

Mungkin Anda menyukai ini:

Aparat kemudian melakukan pemeriksaan jenis kelamin kepada mempelai tersebut di Puskesmas Tajuncu, Kecamatan Donri-donri.

Baca Juga: Ini 5 Suku yang Banyak Dihuni Wanita Cantik, Salah Satunya...

Berdasarkan hasil pemeriksaan bidan dan dokter di puskesmas, terungkap bahwa MS yang menjadi mempelai pria ternyata adalah perempuan.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Donri-Donri Iptu Mashudi. Ia mengatakan, MS adalah perempuan dan tinggal di Desa Pising.

“MS adalah perempuan. Bukan laki- laki,” ungkap Mashudi, Sabtu 13 Juni 2020.

Baca Juga: Begini Awal Mula Terbongkarnya Kasus Pernikahan Sesama Wanita di Sulsel

Mashudi mengungkapkan, MS bisa dijerat dengan pasal pemalsuan identitas. Saat ini, kasusnya sudah ditangani oleh Polres Soppeng.

Sebelumnya diberitakan, pernikahan sesama jenis itu terungkap setelah beberapa warga merasa curiga saat mereka menghadiri pesta pernikahan MS dan MT yang dilangsungkan secara sederhana dengan menggunakan adat bugis.

Kedua mempelai juga melakukan akad nikah di rumah kediaman MT dan disaksikan warga sekitar.

Kepala Desa (Kades) Baringeng Andi Aris selaku aparat desa setempat membenarkan adanya pernikahan sesama jenis tersebut di daerahnya.

Aris mengetahui kejadian itu setelah Kepala Desa Pising menghubungi dan menjelaskan bahwa pengantin laki-laki tersebut merupakan seorang wanita.

“Ya ada kejadian seperti itu,” ungkap Aris saat dikonfirmasi, Jumat, 12 Juni 2020.

Selain dihubungi oleh Kepala Desa Pising, Aris juga mengaku mendapat informasi terkait peristiwa itu dari beberapa warga.

Ia pun mengakui telah kecolongan lantaran pernikahan tersebut tidak dilaporkan ke kantor desa dan kantor urusan agama.

“Artinya mereka nikah siri,” ujar Aris.

Sementara itu, Kepala Desa Pising, Pesse Fatmawati mengatakan, jenis kelamin MS yang menjadi mempelai pria adalah wanita.

Hal itu, kata Fatmawati, berdasarkan keterangan dalam data kependudukan MS.

“Itu mantan warga saya, baru-baru pindah ke Desa Pising, itu wanita terbukti dari kartu keluarganya,” ujarnya.

Bagikan