Heboh Pesepeda Pakai Masker Meninggal kerena Kehabisan Oksigen, Ini Faktanya

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video detik-detik seorang pesepeda meninggal dunia di Monas menjadi heboh warganet di media sosial.

Video tersebut diiringi narasi tentang pesepeda yang disebut kehabisan oksigen gegara menggunakan masker. Sehingga, kekurangan O2 (oksigen) lalu meninggal dunia.

“Info yg mimin terima seperti ini..mungkin dr para ahlinya bisa bantu menjelaskan biar bisa bermanfaat bagi yang lainnya, terimakasih.

Info untuk penggemar gowes dari grup gowes, H*** meninggal saat bersepeda tadi pagi di Monas karena kekurangan O2 (oksigen). Bersepeda jangan memakai masker.

Keterangan nya begini: Menarik napas adalah mengambil O2 dari udara dan menghembuskan napas adalah mengeluarkan CO2 ke udara. Kelebihan kadar CO2 dalam tubuh adalah berbahaya.

Menarik untuk Anda:

Bersepeda adalah exercise apalagi bila cepat dan menanjak. Kebutuhan O2 bertambah, frekuensi napas dan nadi meningkat.

Apabila memakai masker akan terjadi rebreathing dalam arti ada CO2 yang terisap kembali yang lama-lama mengakibatkan naik nya kadar CO2 dalam darah dan bisa mengakibatkan keracunan. Salah satu gejalanya pusing dan mual.

Dalam keadaan tidak latihan pakai masker tidak akan apa apa. Bisa saja terjadi sedikit kenaikan CO2 tapi tidak sampai terjadi keracunan.

Karena nya, bersepeda zaman covid-19 pergilah ke tempat yang sepi dan udaranya bersih. Masker tetap dibawa, dipakainya kalau istirahat atau ketemu teman,” tulis akun cetul22 di media sosial.

Penjelasan Polisi

Terkait peristiwa tersebut, Kepala Kepolisian Sektor Gambir, Ajun Komisaris Besar Kade Budiyarta membenarkan seorang pesepeda berinisial H, 48 tahun, meninggal di Monas pada Senin 25 Mei 2020 lalu.

Akan tetapi, Budi membantah kalau H meninggal karena menggunakan masker saat berolahraga seperti informasi yang beredar.

Menurut Budi, H meninggal karena serangan jantung. “Itu sudah dipastikan oleh dokter. Keluarganya juga mengatakan dia (H) memang punya riwayat jantung. Mereka bingung kok informasi yang beredar seperti itu,” ujar Budi, Sabtu, 30 Mei 2020 seperti dikutip dari tempo.co.

Budi menjelaskan, H awalnya pingsan saat tengah beristirahat di area Taman Pandang, Monas, Jakarta  Pusat. Teman-temannya pun langsung memberikan pertolongan pertama kepada H.

Dari situ, mereka bersama petugas satuan Polisi Pamong Praja yang berada di lokasi langsung membawa H ke Rymah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat.

Pihak RS lantas merujuk H ke Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta Pusat. Menurut Budi, di situ H langsung dibawa ke ruang Intensive Care Unit (ICU) dan dinyatakan meninggal dunia.

Sebelumnya beredar informasi terkait kejadian yang menimpa H dalam sebuah pesan berantai atau viral di aplikasi percakapan WhatsApp. Ia disebut sebagai anak dari pemilik usaha Bakmi Toko Tiga dan meninggal karena memakai masker saat bersepeda.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Mako Brimob Akan Dibangun di Pucak Maros, Bisa Tempat Latihan dan Bertani

Anggota Brimob Dilarang Bawa Senjata Api, Saat Amankan Unjuk Rasa RUU HIP

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar