Heboh, Rumah Sakit Curhat Belum Dibayar BPJS lewat Spanduk

Terkini.id, Makassar – Salah satu rumah sakit di Mandailing Natal, membuat heboh karena memasang spanduk berisi tentang curhatan terkait biaya jasa medis yang belum dibayar-bayar oleh BPJS.

Spanduk tersebut dipasang di RSUD Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Di dalam spanduk berlatar putih itu, terungkap, pihak BPJS belum membayarkan jasa medis dari pasien peserta BPJS.

“Rasa prihatin yang mendalam kami sampaikan kepada pemegang kebijakan di negara Indonesia yang kita cintai. Kami sampai dari bulan February 2018 hingga saat ini September 2018. Pihak BPJS belum membayar jasa medis kepada RSUD Panyabungan senilai kurang lebih Rp15,4 miliar,” tulis spanduk tersebut.

Namun, pihaknya mengaku masih tetap melayani pasien yang datang membutuhkan pertolongan sebagai bentuk tanggung jawab dan sumpah jabatan.

Demikian petikan dalam isi spanduk terpasang di depan RSUD Panyabungan, beberapa hari bekalangan ini.

Spanduk tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mandailing Natal, Syarifuddin Nasution.

Dia menyayangkan dengan isi spanduk yang tidak sesuai data sebenarnya.

“Saya ini, juga Ketua IDI Kabupaten Mandailing Natal. Saya mendukung dan melindungi mereka,” terang dia, seperti dilansir viva.co.id.

Akan tetapi, menurut dia, tidak perlu ditulis di dalam spanduk. Apalagi, dalam isi spanduk tersebut tertulis belum dibayar hingga bulan 9. Sementara bulan 9 terhitung masih bulan berjalan.

Dia juga menyebutkan, tidak perlulah menjatuhkan pihak BPJS Kesehatan. Sementara bulan 9 masih berjalan dan saya setuju dengan spanduk itu.

“Karena itu, hak mereka. Tapi, jangan menggunakan (menulis) nominal seperti yang ada di dalam spanduk tersebut,” kata Syarifuddin.

Dia menilai, klaim BPJS yang belum dibayarkan sebesar Rp15,4 miliar tidak sinkron dengan data sebenarnya.

Syarifuddin mempertanyakan dari mana nominal itu didapatkan dalam perhitungan. Bila bulan September masih berjalan alias belum tutup buku untuk penghitungannya.

“Jadi simpang siur spanduk itu, data tidak sinkron. Melemah satu sisi. Sifat dinkes dukung, logika riil. Jangan asal jadi dan melemahkan pihak lain,” katanya.

Spanduk terpasang mendapat dukungan dari Direktur Utama RSUD Panyabungan. Syarifuddin mengatakan seorang dokter rumah sakit tersebut yang membuat dan memasang spanduk itu, sudah tidak bisa dihubungi melalui telpon selular saat pihak Dinkes Mandailing Natal untuk melakukan klarifikasi soal spanduk tersebut.

“Saya dengar, kalau tidak salah dapat persetujuan dari Direktur Utama. Tapi, Direktur Utamanya lagi berada di Penang, Malaysia sedang mengantar mertuanya berobat di sana,” kata Syarifuddin.

Ia mengungkapkan pada Jum’at kemarin, 14 September 2018, sudah ada pertemuan antara manajemen RSUD Panyabungan dengan BPJS Kabupaten Mandailing Natal. Namun, Syarifuddin tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Jadinya, tidak tahu apa hasil dari pertemuan itu.

Komentar

Rekomendasi

Terpidana Teroris Abu Bakar Ba’asyir Surati Jokowi, Minta Dibebaskan akibat Corona

Potret Pilu Badut Tetap Cari Nafkah di Dalam Mal yang Sepi akibat Corona

Pintu Pelimpah Bendungan Bili-bili Dibuka, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Hilir Sungai Jeneberang

Keluarga Positif Corona yang Viral Usai Main TikTok Dinyatakan Sembuh

Selain Hina Jokowi, Pria Ini Juga Kedapatan Simpan Video Mesum

Anak Meninggal akibat Corona, Satu Keluarga Dikucilkan dan Diusir Tetangga

Viral, ‘RoboCop’ Tetap Semangat Cari Nafkah Rejeki di Lampu Merah Saat Corona

Beredar Video Wanita Terkapar Sambil Kejang-kejang di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar