Heboh, Siswi SMA ‘Rela’ Diperkosa Bocah SD Hingga Hamil dan Melahirkan

Terkini.id, Probolinggo – Warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo dihebohkan dengan kabar seorang bocah SD yang memperkosa siswi SMA hingga hamil dan melahirkan.

Pelaku diketahui tak sendiri melakukan aksi bejatnya, tapi ditemani dengan seorang temannya yang merupakan siswa SMP berinisial MMH (18).

MMH sendiri masih berstatus kerabat keluarga dengan korban. Ia merupakan sepupu korban.

“Korban ini masih berkerabat dengan pelaku yang SMP. Korban memang tinggal di rumah orang tua pelaku SMP sejak kecil,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto, dikutip dari Detik, Senin 15 April 2019.

Eddwi mengatakan kedua pelaku telah memperkosa korban sejak setahun lalu. Korban awalnya diperkosa oleh MMH, pelaku yang masih berstatus pelajar SMP.

Saat melakukan aksinya, MMH mengancam akan mengusir dari rumah orang tuanya jika korban menolak permintaannya. Karena ancaman tersebut, korban akhirnya pasrah dan tidak berani menolak nafsu bejat pelaku.

Berselang beberapa waktu kemudian, pelaku MMH kembali mengulangi perbuatannya. Namun kali ini ia mengajak temannya yang masih SD untuk memperkosa korban.

Aksi bejat keduanya terhadap korban kemudian dilakukan berbarengan secara bergiliran. Dan dalam beberapa kesempatan, korban juga diperkosa oleh pelaku SD secara sendirian. Perbuatan itu dilakukan pelaku kepada korban saat rumah dalam keadaan sepi.

Kedua pelaku diringkus polisi

Pemerkosaan
Kedua pelaku pemerkosa siswi SMA di Probolinggo diringkus polisi. (foto: nkriku.com)

Usai diperkosa berkali-kali oleh kedua pelaku, korban akhirnya hamil. Saat itulah kedua pelaku menghentikan aksinya karena ketakutan.

“Pelaku telah memperkosa korban sekitar 5 kali hingga korban hamil. Dan pihak keluarga baru tahu bahwa pelakunya adalah MMH dan temannya yang masih SD,” ujar Eddwi.

Perbuatan kedua pelaku akhirnya tercium oleh warga sekitar. Warga pun melaporkan aksi bejat keduanya kepada pihak kepolisian.

Mendapat aduan dari warga, polisi bergegas mengambil tindakan dan berhasil meringkus kedua pelaku.

“Pelaku terancam pasal 76 D Jo pasal 81 UU RI, nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun kami akan koordinasikan lagi kepada kejaksaan negeri, karena para pelaku juga masih berusia di bawah umur,” ujar Eddwi.

Komentar
Terkini