Helmi Felis Bongkar 3 Hal Dalam Politik Oligarki, ‘Berpolitik untuk Rampok Negeri’

Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Helmi Felis menyebut adanya politik oligarki di dalam kekuasaan pemerintah Indonesia. 

Helmi Felis mengatakan politik oligarki tidak lain merupakan politik kandang babi. Helmi menyebut dinamakan kandang babi karena kandang mereka bertempat di orang berkuasa. 

“Politik kandang babi adalah politik oligarki. Saya menamakan kandang babi karena memang ada kandangnya. Kandangnya di tempat orang berkuasa,” tulis Helmi felis dalam akun Twitter pribadinya, Senin 16 Mei 2022. 

Baca Juga: Sakit Jadi Alasan Roy Minta Penangguhan, Denny Siregar: Ngaku Sakit...

Helmi menerangkan sifat politik oligarki memakan apapun. Bahkan seperti memakan kesusahan orang sampai fesesnya sendiri. 

“Mereka jorok, apapun dimakan dari kesusahan orang sampai fesesnya sendiri,” kata Helmi.

Baca Juga: Roy Suryo akan Diperiksa Lagi, Guntur Romli: Polisi Harus Hentikan...

Helmi Felis pun menyatakan ada tiga hal yang menjadi karakter atau ciri dari politik oligarki ini, di antaranya:

1. Tujuan politik oligarki untuk mencari celah agar dapat merampok negeri. 

“Mereka berpolitik untuk cari celah merampok negri ini,” ujar Helmi;

Baca Juga: Roy Suryo akan Diperiksa Lagi, Guntur Romli: Polisi Harus Hentikan...

2. Politik oligarki menyerang balik siapa saja yang memberikan kritik terhadap keuasaan. Helmi menyebut, mereka membayar buzzer untuk melakukan hal tersebut.

“Nah isi Kandang Babi itulah yang bayar Buzzer untuk menyerang siapa saja yang kritik kekuasaan,” ungkap Helmi. 

Dia menambahkan para buzzer menerima duit dari politisi oligarki. Namun, menurutnya, bagi buzzer yang kelas ikan cere hanya dikasih motivasi atau doktrin. 

“Semua terima duit dari Babi-babi itu kecuali yang kelas cere, mereka cuma dikasih motivasi (doktrin),” terang Helmi;

3. Politik Oligarki memiliki tim strategi untuk meredupkan “Api Perjuangan”. 

“Didalam Kandang Babi ada tim strategi. Mereka punya cara untuk meredupkan “Api Perjuangan” ujar Helmi. 

Helmi pun mencontohkan cara berpolitik mereka dengan mengajak pada kesopanan sampai melarang umat Islam melawan pemimpin. 

“Misalnya dengan mengajak pada kesopanan sampai pada dilarangnya umat Islam melawan pemimpin,” ungkapnya.

Dalam tulisannya tersebut, Helmi juga menyerukan untuk melawan oligarki agar tidak kalah. 

“Jangan redup kita tidak boleh kalah! Lawan dan hancurkan Oligarki!” pun gkasnya.

Bagikan