Helmi Felis: Jika Presiden Keliru Tidak Dikritik, Kita Bangsa Bebal

Helmi Felis: Jika Presiden Keliru Tidak Dikritik, Kita Bangsa Bebal

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Helmi Felis menilai bahwa sosok Presiden harus dikritik apabila yang bersangkutan melakukan kekeliruan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Menurut Helmi Felis, jika presiden tidak dikritik ketika melakukan kekeliruan maka bangsa Indonesia adalah bangsa yang loyo atau bebal.

Hal itu diungkapkan Helmi Felis lewat cuitannya di Twitter, Jumat 6 Mei 2022, saat menanggapi komentar seorang netizen.

Dalam kicauannya itu, awalnya Helmi menanggapi komentar netizen pengguna akun Uni_asik.

Lewat positingannya, netizen itu menilai Helmi Felis merupakan sosok yang banyak bicara, banyak gaya dan sok hebat.

Baca Juga

Selain itu, ia juga menilai pria tersebut kerap mengusik presiden yang sah secara konstitusional. Maka dari itu, ia menyindir Helmi dengan memplesetkan nama pegiat media sosial tersebut.

“Bacot gegayaan. Tapi ngusilin presiden yang sah dan konstitusional. EHHH GAK BISA NGACA.. MASIH SOK HEBATTT… Iyadehhh yang raja telmi sifilis,” cuit netizen Uni_asik.

Menanggapi komentar netizen itu, Helmi Felis pun menegaskan bahwa presiden bukanlah orang melainkan jabatan.

“Presiden itu bukan orang. Presiden itu JABATAN,” ujar Helmi.

Menurutnya, apabila presiden tidak dikritik jika melakukan kekeliruan dalam mengelola negara maka bangsa ini adalah bangsa loyo atau bebal.

“Kalo kita tidak kritik ketika dia keliru itu artinya kita bangsa loyo/bebal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Helmi Felis pun menyebut kritik terhadap presiden adalah cara untuk menghidupkan pemerintahan.

“Kritik itu menghidupkan pemerintahan, tapi saya ngomong gini juga kamu gak paham Ya sudahlah,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.