Heran Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Alvin Lie: Ini Aneh!

Terkini.id, Jakarta – Pengamat penerbangan, Alvin Lie menyoroti pemerintah soal aturan baru naik pesawat yakni setiap penumpang wajib melakukan tes PCR bagi penerbangan rute domestik dari dan ke Jawa dan Bali.

Alvin Lie mengaku heran dengan aturan naik pesawat wajib tes PCR tersebut. Ia pun mengungkap keanehan yang ada di balik peraturan baru itu.

Awalnya, Alvin menyebut kasus Covid-19 di Jawa dan Bali sudah cukup terkendali. Oleh karena itu, ia merasa aneh dengan peraturan yang diinstruksikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut.

Baca Juga: Status PPKM DKI Jakarta Kembali Naik ke Level 2, Kok...

Pasalnya, kata Alvin, Kemendagri ranahnya adalah mengurusi pemerintahan seperti bupati, walikota dan gubernur, bukannya mengatur ranah bidang perhubungan.

“Peraturan baru ini didorong Instruksi Mendagri Nomer 53. Ini aneh, karena instruksi Mendagri kan ranahnya mengatur kepada bupati, wali kota dan gubernur, tapi ini justru masuk ke ranah perhubungan,” kata Alvin Lie dilansir dari Suara, Minggu 24 Oktober 2021.

Baca Juga: Lisa Blackpink Positif Covid-19, Member Lain Tunggu Hasil PCR

Sekadar diketahui, salah satu ketentuan dalam Inmedagri Nomor 53 tahun 2021 mengatur mengenai persyaratan perjalanan dengan transportasi udara yang mewajibkan semua penumpang penerbangan domestik menyerahkan hasil tes PCR.

Menurut Alvin Lie, instruksi Mendagri bisa diterbitkan jika kondisinya dalam kegentingan yang mendesak.

Akan tetapi, kata Alvin, dengan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang terus menurun apalagi di Jawa dan Bali, seharusnya regulasi yang dikeluarkan memberi cukup ruang untuk masyarakat melakukan mobilitas.

Baca Juga: Lisa Blackpink Positif Covid-19, Member Lain Tunggu Hasil PCR

Ia juga mengaku heran dengan peraturan beberapa waktu lalu yang membolehkan penumpang pesawat terbang hanya perlu tes antigen saja dan bukannya tes PCR, padahal kasus Covid-19 kala itu sedang tinggi.

“Kalau ini tujuannya untuk kehati-hatian justru waktu kita mengalami kasus tinggi Covid-19 kemarin, kita hanya perlu untuk antigen saja. Ini aneh,” ujarnya.

Bagikan