Hipermawa Sabbang Paru Kunjungi Kakek Noki yang Hidup Sebatang Kara dan Terbaring Sakit

Kakek Noki
Hipermawa Sabbang Paru Kunjungi Kakek Noki yang Hidup Sebatang Kara dan Terbaring Sakit

Terkini.id, Wajo – Pengurus Hipermawa Komisariat Sabbang Paru, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan mengunjungi rumah Kakek Noki yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Kakek Noki diketahui tengah terbaring sakit dan tak punya biaya untuk berobat di rumah sakit.

Kakek Noki ini tinggal menumpang di rumah salah satu warga di Kecamatan Sabbang Paru yang merupakan keluarga namun keluarga jauh.

Kakek Noki memiliki keterbatasan pada penglihatannya. Ia juga mengalami kebutaan sejak lama.

Mengingat usianya yang tak lagi muda, Kakek Noko pun hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.

Menarik untuk Anda:

Berdasarkan info yang diperoleh pengurus Hipermawa dari seorang Ibu pemilik rumah, Kakek Noki hidup sebatang kara setelah ditinggal oleh istrinya beberapa tahun lalu.

Kakek ini pun tidak memiliki seorang anak, serta keluarga terdekat pun tinggal jauh di luar pulau Sulawesi dan banyak yang telah meninggal dunia.

Kakek Noki tidak memiliki rumah tetap untuk ditinggali atau dapat dikatakan berpindah-pindah. Ia hanya bisa menumpang tinggal di rumah penduduk sekitar Kecamatan Sabbang Paru.

“Sejak dahulu beliau memang tidak memiliki harta apapun dan sejak 7 tahun lalu hingga saat ini beliau tinggal di rumah saya,” ujar Ibu pemilik rumah yang enggan disebutkan namanya.

Rumah yang ditempati Kakek Noki saat ini bukan rumah orang yang berasal dari keluarga yang mampu, Ibu pemilik rumah ini pun memiliki keterbatasan dalam hal ekonomi.

Rumahnya pun kecil dan tidak banyak peralatan rumah, seperti lemari, hiasan, dan lain-lain yang terlihat di dalam. Selain itu, rumah tersebut juga tampak sudah tua.

“Saya tidak memiliki apa-apa nak, apa yang bisa saya makan itu juga yang bisa saya berikan kepada Kakek Noki,” ujar Ibu itu.

Selanjutnya, dengan keterbatasan penghilatan Kakek Noki, dia tidak lagi bisa naik turun tangga hingga beliau saat ini harus tinggal di bawah rumah yang dekat dengan WC dan kamar mandi.

Maka dari itu, Ibu pemilik rumah mengaku kesusahan jika harus membimbing Kakek Noki untuk naik turun tangga setiap harinya.

Tak hanya itu, agar bisa berjalan ke WC, Kakek Noki harus memegang tali yang diarahkan oleh sang Ibu pemilik rumah agar tidak menabrak benda di depannya.

“Kakek Noki tidak bisa kami ajak untuk berkomunikasi karena daya ingat dan pendengarannya pun tak lagi berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Adapun kedatangan Pengurus Hipermawa Sabbang Paru ke rumah Kakek Noki bermaksud untuk memberikan bantuan berupa Sembako yang diharapkan dapat membantu sang Kakek beserta keluarga dari rumah yang ia tinggali.

Sebelum kedatangan Hipermawa, camat dan lurah setempat juga telah datang mengunjungi Kakek Noki.

Pengurus Hipermawa Sabbang Paru juga mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk membantu masyarakat sekitar yang sangat membutuhkan bantuan, termasuk Kakek Noki.

Citizen Reporter: Ahmad Yani

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wagub Sulsel Salurkan Bantuan Kepada Penjaga Rumah Adat Atakkae Wajo

Lakukan Pemetaan Wilayah, Gubernur Apresiasi Langkah Wajo Cegah Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar