Humas PDAM Makassar Idris Tahir : Kenyang Caci Maki Pelanggan

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar Idris Tahir / Foto Terkini.id : M Yunus

Terkini.id, Makassar – Menjadi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, tidak hanya menuntut Idris Tahir rajin menyampaikan permasalahan pelayanan perusahaan. Lebih dari itu, Idris harus siap menelan caci maki pelanggan.

Setiap hari, Idris menerima ratusan pengaduan dan keluhan dari pelanggan PDAM Makassar. Bermacam keluh-kesah disampaikan. Seperti pipa bocor, air tidak mengalir, dan pembayaran air.

Semua protes masuk dari berbagai macam saluran. PDAM Makassar membuka kanal pengaduan lewat panggilan telepon, Whatsapp, media sosial, layanan darurat 112, dan penyampaian langsung.

“Kebetulan saya yang menangani langsung semua (laporan) yang masuk,” ungkap Idris kepada Makassar Terkini, Selasa 12 Februari 2019.

Berbagai macam hinaan, caci maki, umpatan, dan panggilan binatang sudah menjadi hal biasa di telinga Idris.

“Saya berusaha tenang. Karena saya tahu ini adalah risiko pekerjaan. Saya tidak boleh membalas dengan hal yang sama,” ujar Idris.

Meski dicaci dan dimaki, Idris berusaha menjawab semua keluhan pelanggan dengan sopan. Mencari jalan penyelesaian.

“Kalau saya tidak bisa jawab langsung, saya akan koordinasi dengan penanggung jawabnya,” kata Idris.

Harus menjaga komunikasi yang baik dengan pelanggan

PDAM Kota Makassar mengantarkan mobil tangki kepada pelanggan yang mengalami kekurangan air. Salah satunya terlihat di Rusunawa Mariso
PDAM Kota Makassar mengantarkan mobil tangki kepada pelanggan yang mengalami kekurangan air. Salah satunya terlihat di Rusunawa Mariso.

Semakin terbukanya jalur komunikasi membuat PDAM Makassar dituntut sigap menerima setiap keluhan. Semua laporan yang masuk harus segera dijawab.

“Sebagai pelayan kami akan menjawab dan minta maaf,” ungkap Idris.

Sikap dan etika ke pelanggan ini berusaha ditularkan Idris kepada semua petugas PDAM yang berada di lapangan. Karena beberapa pegawai yang jengkel dengan hinaan pelanggan, sering tidak mampu mengendalikan diri.

“Karena emosi, beberapa petugas minta pimpinan mencabut meteran pelanggan. Tapi saya selalu tegaskan untuk sabar. Ini sudah risiko pekerjaan,” ungkap Idris.

Idris menganggap ekspresi sejumlah pelanggan yang cenderung kasar dan menyakitkan hati dalam bertutur kata, adalah bentuk kekecewaan terhadap pelayanan. Tugas hubungan masyarakat adalah menjawab semua ekspresi masyarakat dengan solusi.

“Untuk menjawab semua pertanyaan pelanggan, setiap hari saya harus aktifkan nomor pengaduan. Jam satu malam baru saya bisa tidur. Setiap hari begitu,” ungkap Idris.

Tantangan PDAM Makassar

Pekerjaan Galian pengeboran untuk pemasangan tiang pancang Proyek Jembatan Tol Layang di jalan Pettarani menyebabkan salah satu titik Pipa PDAM Makassar mengalami kebocoran.

Idris mengungkapkan, tantangan PDAM Makassar di masa datang adalah ketersedian air baku untuk diolah menjadi air bersih. Karena minim air baku, PDAM Makassar belum mampu menjangkau semua daerah di Makassar.

Jumlah pelanggan PDAM Makassar sudah mencapai 172 ribu. “Jika musim kemarau, banyak yang mengeluh kekurangan air,” katanya.

Alih teknologi terbaru juga perlu dilakukan. Karena instalasi PDAM Makassar yang dioperasikan sekarang adalah warisan dari Belanda.

“Kebocoran pipa menjadi masalah yang selalu dihadapi PDAM,” katanya.

“Soal caci maki pelanggan, saya percaya semakin baik pelayanan kami, akan semakin berkurang pelanggan yang demikian,” tambah Idris.

Komentar
Terkini