Ibu Korban Penipuan Arisan Online Ngaku Anaknya Rugi Rp800 Juta

Arisan Online
sejumlah korban penipuan arisan online Sosialita Manja dari KL dan WN menggelar konferensi pers

Terkini.id, Makassar – Bersama Pengacara Muh. Al Jebra, sejumlah korban penipuan arisan online Sosialita Manja dari KL dan WN menggelar konferensi pers di Warkop Country Coffee, Makassar, Senin, 9 Desember 2019.

Pertemuan tersebut merespons tertangkapnya pelaku penipuan arisan online. Al Jebra memberi apresiasi terhadap reaksi cepat kepolisian, khususnya Cyber Crime Polda Sulsel.

“Kami berterima kasih atas kerja dari kepolisian dalam mengungkap kasus berkaitan dari Arisan Online,” kata dia.

Dari 150 korban penipuan, jumlah kerugian korban arisan sosialita manja dari 51 korban diketahui sebanyak Rp 10 miliar.

Al Jebra mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan verifikasi dan mengusut lebih jauh orang-orang yang terlibat dalam kasus tersebut.

Menarik untuk Anda:

Diketahui, kedua tersangka telah ditahan di Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus itu.

Al Jebra menjelaskan, 150 korban tersebut awalnya saling mengajak dari satu mulut ke mulut lain melalui media sosial Facebook dan WhatsApp.

Ia mengatakan, awalnya mereka tak mengenal satu sama lain. Nilai keuntungannya pun bervariasi, hal itu bergantung paket yang telah dipilih.

Jenis permainan dalam arisan online tersebut ada beberapa jenis mulai dari flat, menurun, duet, tembak, dan klot yang dimainkan oleh admin KL dan WN.

“Jumlah keseluruhan dari grup WhatsApp untuk bermain ada sekitar 150-an orang, dan masih banyak yang belum masuk,” kata Al Jebra.

Terkait kerugian korban dengan nominal besar, ia berharap kedua pelaku mengembalikan dana korban lantaran dana tersebut banyak dari hasil pinjaman.

“Tidak semua (korban) menggunakan uang pribadi sebab ada janji bunga besar maka mereka juga berani meminjam,” paparnya.

Ibu dari An yakni IL yang menjadi korban arisan online tersebut menceritakan bahwa anaknya mengalami kerugian sebanyak Rp 800 juta. Ia mengatakan, anaknya tak pernah sekali pun menerima uang dari arisan online itu.

“Anak saya terlibat arisan online sejak Juni 2019 dan tak sekali pun menerima,” kata IL.

“Kami tertarik karena teman memberi jaminan, namun setelah ada kasus ini dia hilang kontak,” sambungnya.

An sendiri mengungkapkan bahwa dirinya tak sekali pun pernah bertemu dengan pelaku penipuan.

IL pun berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak tergiur dengan keuntungan besar melalui arisan online. Ia juga mengimbau untuk menjauhi arisan online.

“Mendapatkan uang banyak tidak semudah membalikkan telapak tangan,” kata IL.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Beredar Foto Belasan Pemuda NU Disebut Salat Berjamaah di Gereja, Ini Faktanya

Wisudawati Andi Musdalifah yang Meninggal dan Digantikan Ayahnya Ingin Jadi Dosen UIN Alauddin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar