ICSB Sulsel Gelar Diskusi UMKM, Akademisi Unhas Soroti Kemasan Produk

ICSB Sulsel
Diskusi UMKM ICSB Sulsel dihadiri berbagai kalangan, termasuk Akademisi dari sejumlah kampus di Makassar

Terkini.id, Makassar – Pentingnya hilirisasi komoditas dan standarisasi produk UMKM menjadi tema diskusi yang digelar International Council for Small Business (ICSB) Sulawesi Selatan, Jumat 8 Februari 2019, di gedung KUKM Center, Jalan AP Pettarani, Makassar.

ICSB adalah organisasi nirlaba yang bermarkas di Washington DC dengan anggota lebih dari 5 ribu orang dari 80 negara di dunia dan memiliki afiliasi regional di 16 negara, termasuk Indonesia.

ICSB berfungsi sebagai organisasi payung yang mengintegrasikan kegiatan beragam organisasi dan profesional yang berhubungan langsung dengan bisnis kecil.

Diskusi yang dipandu President ICSB Sulsel, Prof Muhammad Asdar dihadiri antara lain Kepala Diskop UKM Sulsel, Malik Faisal, Akademisi Unhas Prof Wardihan dan Dr Abd Haris Bahrun, Akademisi UNM, Dr Ing Muh Agung, Dharma Aryani PhD dari PNUP, Dr Mujahidah dari Amkop, Andi Ummung dari UCM, Konsultan PLUT Sulsel, Bahrul ulum, Ketua Aspehorti Agus Khalik, Ihwana As’ad PhD, dan praktisi UMKM lainnya.

Prof Wardihan Sinrang menyebut, pendampingan UMKM agar fokus pada pemasaran, bukan hanya produktifitas.

“Pembinaan UMKM harus dari hulu ke hilir dengan standarisasi produk seperti halal, sehat, kemasan menarik dan ada nilai tambah” katanya.

“Karena itu hilirisasi diperlukan untuk menciptakan nilai tambah komoditas melalui proses pengolahan, pengangkutan maupun penyimpanan produk,” tambahnya.

Akademisi Unhas Abd Haris Bahrun soroti kemasan produk UMKM

Adapun Akademis Unhas Abd Haris Bahrun menyoroti pentingnya inovasi produk dan perbaikan kemasan produk.

“Kita terlalu banyak menggunakan plastik bahkan penyumbang sampah plastik terbesar ke-2 di dunia, sehingga harus dikurangi,” katanya.

Kemasan, kata dia, menjadi penentu penting “value” produk sehingga kita akan dorong produk-produk lokal memiliki kemasan inovatif, ramah lingkungan dan produknya mudah dibawa serta dijadikan oleh-oleh.

Dalam sesi diskusi mencuat beberapa persoalan yang dihadapi UMKM, antara lain kendala kemasan, perizinan yang masih berbelit-belit dan tidak adanya sinkronisasi program.

“Kami saat ini memproduksi jagung marning dengan bahan baku jagung pulut. Sayangnya kami kesulitan bahan baku karena petani fokus menanam jagung kuning karena menjadi priritas nasional,” ujar Agus Khalik, Ketua Aspehorti Sulsel.

Presiden ICSB Sulsel, Prof Muhammad Asdar mengatakan, kegiatan diskusi akan menjadi agenda bulanan ICSB Sulsel yang akan membahas aneka permasalahan yang dihadapi UMKM beserta solusinya.

“Diskusi ini menghimpun unsur pemerintah, korporasi, akademisi, peneliti, dan penggerak UMKM agar ke depannya UMKM di Sulsel akan berkembang lebih baik lagi,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini