Ikut Deklarasi Kampanye Damai, Ini Ajakan Murniati, Caleg DPRD Sulsel Dapil Sinjai Bulukumba

Murniati, S.Ag yang juga Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dapil Bulukumba dan Sinjai dari partai PBB.

Terkini.id, Makassar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan menggelar acara Deklarasi Kampanye Damai, Minggu 23 September 2018 di Pantai Losari Makassar.

Hadir sejumlah penyelenggara pemilu hingga jajaran forpimda di Sulawesi Selatan, seperti Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Ketua KPU Sulsel, Bawaslu Sulsel, serta perwakilan 16 Partai Politik peserta pemilu 2019.

Wakil Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Selatan, Murniati, S.Ag yang turut melakukan penandatangan Deklarasi Kampanye Damai sangat mengapresiasi atas digelarnya deklarasi kampanye damai yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia menjelang pemilu.

Wakil Ketua DPW Partai Bulan Bintang Sulawesi Selatan yang juga Caleg DPRD Propinsi Dapil V (Bulukumba dan Sinjai) Murniati, S.Ag melakukan Penandatanganan Deklarasi Kampanye Damai.

“Kami mengapresiasi pihak KPU dan Kepolisian atas deklarasi ini sehingga pelaksanaan kampanye yang dimulai hari ini hingga 13 April 2019 mendatang  berjalan damai dan rukun. Semoga deklarasi damai ini tidak hanya formalitas saja, melainkan benar-benar dijalankan oleh seluruh pihak,”ujar Murniati, S.Ag yang juga Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dapil Bulukumba dan Sinjai dari partai PBB Nomor Urut 1 ini.

Dikatakan anak kedua dari pasangan Puang Eceng Palannassi dan Puang Halinang Hasan Kinong bahwa kontestan pemilu serentak mulai aleg, anggota DPD, dan Presiden pada deklarasi ini harus menganut prinsip damai. Hal ini tentu juga didukung dengan tegline yang diusung oleh alumnus Pesantren Babul Khaer Bulukumba ini untuk mewujudkan politik santun dan zuhud.

Baca :Deklarasi Kampanye Damai, Gubernur : Perlu Bersinergi dengan Seluruh Stakeholder
Deklarasi Kampanye Damai, Minggu 23 September 2018 di Pantai Losari Makassar.

“Alhamdulillah, saya mengusung tagline “Santun dan Zuhud” yang berarti bahwa demokrasi pemilu serentak menuju 2019 harus mengutamakan sikap-sikap yang santun dan damai. Sesuai dengan pesan Ketua KPU Sulsel agar menghindari sumber berita hoaks, pelaku kampanye hitam, dan politik uang,”jelas mantan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Borongpalala Kecamatan Pattallassang Gowa dua periode ini.

Ketua Muslimat Bulan Bintang Provinsi Sulawesi Selatan ini juga menjelaskan bahwa deklarasi ini mengikat kita dalam ikrar atau janji berarti kalau ada yang menantang ikrar di lapangan maka klaim agama Islam menganggap munafiq niscaya akan meanggung dosa demokrasi.

“Turut menghimbau agar tetap menjaga persaudaraan, jangan ada kampanye sara, black campign, hoaks, dan politik uang. Anggap pemilu ini momentum sesaat yang dirayakan pada pesta demokrasi. Kita harus bisa bersaing secara sehat,”imbau Pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia DPW Sulawesi Selatan ini.

Terakhir, alumni SDN 252 Sapiri Desa Tambangan Kecamatan Kajang Bulukumba ini mengatakan menjadi peserta pemilu hanya momentum sesaat, masih banyak kebutuhan Hablun Minannas yang harus kita lakukan pasca pemilu yang berkelanjutan.

Baca :Jelang Pileg 2019, IRI Bekali Bacaleg Perempuan di Sulsel

“Biarlah konstituen yang menilai kelayakan dan ketidaklayakan atas pilihannya. Yang jelas semua kontestan delegasi partai adalah kader terbaik partai yang telah terukur proses verefikasi kapasitas oleh KPU atau penyelenggara pemilu. Terakhir di Daerah pemilihan Saya di dapil V yakni Sinjai Bululumba, agar kita tetap menghargai nilai-nilai budaya lokal,”tutup Dirwil LPPKS BKPRMI Sulsel ini.