Imam Shamsi Ali Bandingkan MotoGP Mandalika Dengan Persyaratan Mudik Harus Vaksin Booster : Tidak Fair Itu Meresahkan

Terkini.id, Jakarta – President of Nusantara Foundation dan juga Imam Besar Islamic Center New York Imam Shamsi Ali sebut syarat mudik dua kali vaksin dan Booster tidak adil.

Imam Shamsi Ali membandingkan event MotoGP Mandalika dengan persyaratan tersebut. Pasalnya, yang hadir di balapan motor Mandalika tidak dipersyaratkan boster.

Menurut Imam Shamsi Ali bukan dipermasalahan vaksinnya, akan tetapi pada penerapan peraturan yang kadang kehilangan ‘sence of justice’.

Baca Juga: Fadli Zon Sindir Pengawalan Ketat Presiden Jokowi ke Ukraina, Ruhut:...

“Apakaah yang hadir di balapan motor Mandalika dipersyaratkan Booster? kalau tidak, lalu kenapa yang mudik ada syaratnya?. Masalahnya bukan pada vaksin atau Booster. Tapi pada penerpan aturan yang kadang kehilangan ‘sense of justice’. Tidak fair itu meresahkan,” tulis Imam Shamsi Ali di cuitan twitternya.

Tangkapan Layar (Twitter)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperbolehkan masyaarakat untuk mudik pada Ramadan tahun 2022, dengan syarat telah dua kali vaksin dan mendapat booster atau vaksinasi dosis ketiga.

Baca Juga: Sebut Gibran Rakabuming Belum Sanggup Berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta,...

“Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran juga ddipersilahkan, juga diperbolehkan. Dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster,serta tetap menerapkan protocol keseehatan yang ketat,” ujar Jokowi, sebagaimana dilansir dari Kompascom. Kamis, 24 Maret 2022.

Pada Ramadan tahun ini, pemerintah juga memperbolehkan umat Islam untuk melaksanakan tarawih berjamaan di masjid. Syaratnya,Jemaah wajib menerapkan protocol keehatan ketat.

Akan tetapi, bagi pejabat dan pegawai pemerintah belum diperbolehkan berbuka puasa bersama atau menggelar open house pada Lebaran nanti.

Baca Juga: Sebut Gibran Rakabuming Belum Sanggup Berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta,...

Namun demikian, presiden tetap mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan.

“Saya minta kita semuanya tetap menjalankan protokol kesehatan, disiplin menggunakan masker wajah, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” kata kepala negara.

Bagikan