Imbas Corona, Maskapai di Indonesia Terancam Bangkrut dan PHK Karyawannya

Maskapai
Maskapai Penerbangan Indonesia. (Foto: INACA)

Terkini.id, Jakarta – Sejumlah maskapai penerbangan Tanah Air tengah menghadapi situasi sulit di tengah wabah virus corona atau COVID-19 yang saat ini melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja. Ia mengatakan, untuk mengurangi kerugian yang diderita, beberapa waktu belakangan ini, sejumlah maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi.

“Sejumlah langkah diambil, terutama untuk memilih opsi tutup operasi. Selain itu, maskapai nasional juga mulai merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya,” ujar Denon, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu, 28 Maret 2020.

Pihaknya juga mengungkapkan, sejak awal bulan Maret 2020 ini terjadi penurunan jumlah penumpang yang sangat drastis.

Alhasil, kata dia, semua maskapai penerbangan sudah mengurangi jumlah penerbangan baik rute dan frekuensinya sampai dengan 50% atau lebih.

Baca juga:

“Diramalkan apabila penuntasan pandemi Covid-19 semakin tidak pasti hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk bahkan sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut,” ujar Denon.

INACA saat ini tengah meminta sejumlah keringanan maupun intensif kepada Pemerintah untuk menyelamatkan industri penerbangan agar tetap eksis, baik saat ini maupun saat recovery nanti apabila pandemi Covid-19 sudah tuntas.

“Yang kami harapkan adalah penundaan pembayaran PPh, penangguhan bea masuk impor suku cadang, penangguhan biaya bandara dan navigasi yang dikelola BUMN, pemberlakuan diskon biaya bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan, dan perpanjangan jangka waktu berlakunya pelatihan simulator maupun pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat,” ujarnya.

Menurutnya, industri penerbangan nasional sangat terpuruk akibat wabah Covid-19. Jika tak ada respon positif dari pemerintah terkait hal ini maka dipastikan akan terjadi PHK besar-besaran.

“Dampaknya bukan hanya di industri penerbangan itu sendiri tapi juga untuk industri pendukungnya baik hilir maupun hulu seperti bengkel pesawat, ground handling, dan agen perjalanan yang terlibat,” ujar Denon.

“Untuk ini, INACA sangat mengharapkan respon positif dari Pemerintah yang cepat untuk menghindari gelombang perumahan dan PHK yang tidak bisa dihindari tersebut,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Heboh Sejumlah Wisatawan Berkemah di Bukit Alas Bandawasa di Tengah Pandemi

Fotonya Heboh, Ini Klarifikasi Pria Bertato Indonesia yang Ikut Demo George Floyd

Presiden Jokowi Memaknai Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19

Dipecat dan Dipenjara, Inilah Polisi yang Menindih Leher George Floyd Hingga Tewas

Terekam CCTV, Palang Pintu Jalanan di Perkampungan Mendadak Bergerak Sendiri

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar