Indonesia Dikomplain Beberapa Negara karena Dinilai Jauhi Produk Asing, Respons Luhut Bikin Bangga!

Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yakni Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku dikomplain beberapa negara karena Indonesia dinilai terkesan menjauhi produk asing.

Seperti diketahui, Pemerintah terus berupaya agar Indonesia membangun kemandirian lewat produksi barang kebutuhan sendiri.

Terlebih, saat ini Pemerintah tengah gencar untuk melakukan kampanye gerakan nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Baca Juga: PPKM Diperpanjang? Novel Bamukmin Curiga Ada Permainan China hingga Desak...

Namun, rupanya langkah tersebut mendapat sorotan dari sejumlah negara lain yang menilai bahwa Indonesia terkesan menjauhi produk asing.

“Beberapa negara asing hari ini komplain dan bertanya mengapa Indonesia terkesan menjauhi produk luar negeri di dalam e-katalognya,” ujar Luhut, seperti dikutip terkini.id dari Voi pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Baca Juga: Kondisi Makin Gawat, Luhut Minta Maaf pada Rakyat Indonesia dan...

Menanggapi keluhan tersebut, Luhut pun mengungkapkan bahwa ke depannya Indonesia memang akan fokus untuk pengembangan produk dalam negeri.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi agar produk lokal berdaya saing di pasar dalam negeri, bahkan hingga ke global.

“Saya tegaskan bahwa ke depan kami akan fokus untuk pengembangan produk dalam negeri,” sambung Luhut.

Baca Juga: Kondisi Makin Gawat, Luhut Minta Maaf pada Rakyat Indonesia dan...

“Ini berkat arahan dari Presiden Jokowi yang ingin agar produk dalam negeri berjaya di dalam negerinya sendiri, bahkan kalau bisa berani bersaing hingga kancah global.”

Upaya tersebut, kata Luhut, terbukti dengan alokasi anggaran sektor kesehatan yang sangat besar, yaitu hingga ratusan triliun.

“Saya kira sudah saatnya (sektor kesehatan) direformasi dengan mendorong penggunaan produk dalam negeri demi menciptakan multiplier effect yang tinggi sehingga akan membawa kita menjadi suatu bangsa yang mandiri dan tidak tergantung pada produk luar negeri.”

Lebih lanjut, Luhut mengungkap mengenai komplain tersebut usai menyaksikan pelepasan ekspor 200 kontainer atau 150 juta alat suntik sekali pakai atau senilai 10,5 juta dollar AS yang dilakukan PT Oneject Indonesia.

Perusahaan tersebut diketahui menerima pesanan sebanyak 1,2 miliar alat suntik sekali pakai dari lembaga PBB, Unicef, dan Kementerian Kesehatan Ukraina untuk pengadaan hingga tahun 2022 mendatang.

“Lihatlah hari ini betapa kita sebagai orang Indonesia bisa memproduksi alat kesehatan bahkan memasarkannya ke pasar global,” tandas Luhut.

Bagikan