Indonesia mengalami resesi menyakitkan, meski modal langka terus berinvestasi

Indonesia sedang mengalami anomali ekonomi, resesi yang menyakitkan

Terkini.id, – Indonesia mengalami resesi menyakitkan, modal menjadi langka sementara tingkat investasi saat ini sedang tinggi.

Anomali ekonomi yang tidak menentu membuat kondisi Indonesia saat ini tengah menuju ke tahap resesi yang ditandai dengan kelangkaan modal saat kegiatan investasi tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh politikus senior Kwik Kian Gie seperti dilansir dari Intisari.

Kwik menuturkan bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang sejalan dengan teori overinvestment dimana kegiatan investasi selalu lebih besar dari tabungan sehingga menyebabkan pembiayaan investasi dilakukan dengan menggunakan kredit dari bank.

Menurut Kwik, equity capital atau modal sendiri tertinggal dibandingkan dengan kesempatan dan gairah investasi.

Resesi modal yang dihadapi saat ini sangat menyakitkan meski kegiatan investasi lagi mencapai gelombang pasang. Yang harus dilakukan adalah mengerem investasi sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini.

Resesi yang menyakitkan ini tidak bisa dihindari dan ini merupakan proses yang membutuhkan biaya dari waktu ke waktu yang harus dibayar karena Indonesia menginginkan memiliki ekonomi yang tidak sentralistik dan tidak otoriter.

Baca :Perumnas Region VII Akan Bangun 1.004 Unit Rumah Subsidi 

Selain itu yang harus dilakukan Indonesia saat ini adalah kebijakan uang ketat (tight money policy). Melakukan penjadwalan kembali proyek-proyek besar tanpa pandang bulu siapa pemilik proyek tersebut dan mengendalikan komersial dari luar negeri.

Indonesia saat ini tidak bisa berbuat banyak, jika krisis ini berlanjut, untuk penyembuhannya hanya bisa menyerahkan pada proses alamiah yang sangat menyakitkan.

Tidak bisa berbuat lain kecuali membiarkan resesi ekonomi mencapai titik balik terendah dan gelombang pasang dimulai lagi berdasarkan titik keseimbangan baru yang terletak pada tingkat the lower turning point.

Demikian pemaparan Kwik Kian Gie pada saat seminar nasional di Institut Bisnis dan Informatika, Rabu lalu.

Entah sampai kapan resesi ini bisa berakhir, kita tunggu saja semoga bangsa Indonesia bisa melalui masa-masa ini dan kondisi ekonomi bisa kembali pulih.