Indonesia, Negeri Para Relawan

Tim BRORIVAI Center melakukan aksi kemanusiaan membantu Korban Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Terkini.id – Relawan di seluruh dunia merayakan Hari Relawan Internasional pada tanggal 5 Desember setiap tahunnya. Hari Relawan Internasional ini merupakan bagian dari hari-hari peringatan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Momentum ini memberikan kesempatan kepada berbagai organisasi sukarelawan dan juga para relawan individu untuk menunjukan hasil kontribusi mereka pada tingkat lokal, nasional maupun internasional, dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Dalam memperingati Hari Relawan Internasional ini, Relawan di berbagai belahan dunia berupaya menunjukan pentingnya untuk menjadi relawan dan mencoba membangun diskusi global untuk mengatasi masalah-masalah volunterisme di dunia.

Di Indonesia sendiri, aksi-aksi kerelawanan sudah banyak bermunculan. Baik itu yang bersifat individu, maupun yang sudah tergabung dalam sebuah komunitas maupun lembaga-lembaga kemanusiaan.

Di era millenial sekarang, Relawan telah menjadi “brand image” di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Ditilik dari perjalanannya, fenomena relawan pertama kali “booming” di Indonesia pasca tsunami Aceh pada Desember 2004 dan sampai hari ini, aktivitas kerelawanan terus digaungkan.

Banyak lembaga pemerintah dan non-pemerintah yang mensosialisasikan aktivitas kerelawanan meskipun lembaga resmi negara yang khusus menangani kerelawanan belum ada.

Indonesia Sebagai Negeri Relawan

Melihat sangat banyaknya permasalahan yang dialami rakyat, seharusnya Indonesia menjadi negeri para relawan. Relawan ini yang akan membantu masyarakat, dari skala mikro sampai makro.

Dalam skala mikro, relawan dapat membantu masyarakat dalam jangka pendek, misalkan memberikan sembako atau segala hal yang bersifat charity.

Dalam skala makro, relawan bisa membuat pemberdayaan untuk kesejahteraan rakyat dalam jangka panjang, atau mengadvokasi rakyat dalam berbagai hal dan yang paling penting adalah terlibat dalam langsung dalam pengelolaan negara.

Dengan demikian, jika relawan dilibatkan sebagai elemen pembangunan bangsa, maka hasilnya bisa lebih baik. Apalagi jika aktivitas kerelawanan menjadi syarat utama dari penerimaan PNS dan pejabat publik, seperti yang dilakukan Amerika Serikat.

Misalkan seseorang yang mencalonkan diri menjadi Presiden, setidaknya harus memiliki jam terbang sebagai relawan minimal 10000 jam. Untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), seseorang harus memiliki minimal 5000 jam aktivitas kerelawanan, dan lain-lain.

Untuk mewujudkan hal ini bukan hal yang mudah, namun juga bukan hal yang sulit jika kita bersungguh-sungguh untuk membuatnya. Kita bisa mencontoh (lagi) Amerika Serikat atau negara-negara lain dalam pengelolaan relawan.

Namun kita juga perlu payung hukum untuk relawan,misalnya dengan undang-undang yang mengatur hal-hal mengenai kerelawanan. Sehingga hak dan kewajiban relawan diatur jelas di dalam undang-undang tersebut.

Dengan demikian, Indonesia sebagai negara relawan bisa diwujudkan. Kemajuan bangsa Indonesia pun di depan mata.

Selamat Hari Relawan Internasional.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Kekuatan Doa

DOA menyatukan seorang hamba dengan sang khalik melalui dialog munajatnya. Hamba berada dalam posisi membutuhkan sementara sang khalik yang mengabulkan doa hamba-Nya.Allah Swt menyeru
Opini

Nasib Pakistan Habis Lebaran

BEGITULAH nasib kita, eh, nasib Pakistan. Begitu sulit mencari jalan keluar. Bebannya begitu besar. Jalan berliku sudah dilalui. Oleh pemimpin baru mereka: Imran Khan.
Opini

Cahaya Ilahi

CAHAYA Ilahi senantiasa terpatri dari ayat-ayat suci Alquran yang dilantunkan sepanjang Ramadan ini. Salah satu kemuliaan dan cahaya Ramadan, karena di dalam bulan Ramadan,
Opini

I’tikaf dan Lailatul Qadar

PADA Jumat, 24 Mei 2019 bertepatan hari ke-19 ramadan 1440 Hijriyah, saya mendapat amanah khotbah Jumat di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar.Panitia memberi topik; “I’tikaf
Opini

Ramadan itu Bulan Alquran

DEMIKIAN dahsyatnya kekuatan ruhiyah Al-Quran sehingga sekiranya diturunkan di atas sebuah gunung niscaya gunung itu akan goncang. Goncang karena rasa takut terhadap Allah SWT,
Opini

Pilpres, Hoaks dan Darurat Literasi Digital

PILPRES  2019 mungkin arena pertarungan paling menguras energi sepanjang sejarah republik ini. Tidak hanya bagi kedua pasang kandidat dan tim pemenangan masing-masing, tetapi juga
Opini

Entertainisasi Ramadan

KEHADIRAN bulan Ramadan yang penuh hikmah, mestinya menjadi momentum bagi umat Islam melakukan resonansi penyucian jiwa, menuju pembentukan pribadi muslim yang paripurna.Berbagai ekspresi keagamaan
Opini

Pembunuhan Karakter di Media Sosial

ERA keterbukaan informasi merupakan gerbong yang luar biasa bagi masyarakat luas untuk mendapatkan informasi yang cepat, mudah dan tidak terbatas.Sebagai warga negara, memperoleh informasi
Opini

Puasa itu Menyuburkan Ruhiyah

Mankind is a spiritual being in a physical body.KALAU seandainya saya ditanya tentang defenisi manusia maka jawaban saya kira-kira seperti di atas. Bahwa manusia